Agen Poker Domino qq - Judi QiuQiu - Capsa Bandar Kiu Online Agen Domino QQ, Bandar Poker, Judi Poker, Judi Domino, Agen Qiu Qiu, Qiu Qiu Online Agen Poker Domino qq - Judi QiuQiu - Capsa Bandar Kiu Online

Cerita Sex: Sani Kembang Desa

Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex – Sani Kembang Desa Terbaru 2016cerita-sex-sani-kembang-desa

Cerita Sex Terbaru | Aku merasa lega setelah akhirnya Pak Bambang dosen pembimbing skripsi menyetujui skripsiku layak untuk di uji dalam ujian pendadaran. Setelah hampir 2,5 tahun Aku tak kenal lelah selalu berkonsultasi dengan Dosen yg terkenal killer dan telah membuat beberapa mahasiswanya nggak bisa lulus kuliah. Desakan orang tua agar lulus kuliah membuatku terus berjuang walaupun untuk skripsi saja menghabiskan waktu 2,5 tahun.

Perlengkapan untuk maju ujian Skripsi cukup banyak, mulai dari harus bayar IOM lunas, surat keterangan bebas perpustakaan, surat ijin penelitian dan lain-lain. Dari semua syarat itu ada yg mengharuskanku pergi ke Semarang yaitu surat ijin penelitian skripsi yg harus di urus ke kantor Kesbanlinmas Propinsi Jawa Tengah. Padahal selama ini aku baru 2 kali pergi ke Semarang, dan sungguh aku tak hafal jalan kota semarang, apalagi dimana itu kantor Kesbanglinmas. Selama ini aku hanya tau Kota Solo tempatku kuliah dan kampung halamannya yg berada di pelosok Karanganyar.

“gimana caranya aku nyampe semarang” .

Cerita Dewasa | Kucoba mengingat-ingat beberapa temanku yg berasal dari semarang, namun aku telah kehilangan jejaknya, beberapa sudah lulus dan bekerja yg aku sendiri tak tau dimana. Mau tanya adik angkatan, banyak yg tak kenal. Selama kuliah aku benar2 kuper, nggak gaul, kerjanya hanya kuliah dan narik Ojek di kampung halamanku Matesih Karanganyar.

“oh iya, bukankah Sani kerja di Semarang, dan suaminya juga orang semarang? Ah barangkali aku bisa minta tolong dia atau suaminya antar aku ke Kantor Kesbanglinmas.”

kubuka phonebook di HP jadul ini berharap masih ada No HP Sani yg pernah ku dapat waktu Sani pulang dari Semarang sama suaminya tiga yg lalu. Dan aku bersyukur nomor HP itu masih ada. Dicobanya SMS Sani.

‘Sianx.. hi ni Sani kan? Aq Iwan Matesih..’
‘hai.. pakabar, bntr ya mas, aq lg krj, 1 jm lg yua.”
‘yup. Tq. 1 jm lg kutelp ya.
‘ok’

Sani dulunya adalah kembang desa Matesih, bapaknya seorang petani dan hanya mampu menyekolahkan sampai SMA, setelah itu Sani terus merantau ke Semarang. Aku dulu naksir berat sama Sani yg umurnya terpaut 2 tahun dibawahku. Namun rasa rendah diri karena kemiskinanku membuatku tak berani mengungkapkan perasaanku. Lagian banyak teman dikampungku maupun kampung lain yg naksir Sani, rata-rata mereka lebih tajir, lebih keren dariku. Namun Tak satupun dari mereka yg bisa menggaet Sani. Sani yg terkenal cantik dan ramah itu selalu menolak halus setiap kali ada pria mendekatinya.

Satu jam kemudian HPku berdering.

“Haloo.. Mas Iwan ya, ada apa mas?, sorry, td lagi kerja.” Sapa Sani dr telepon
“Iyaa. Gini Ni, aku mau kesemarang, ke kantor Kesbanglinmas, Cuma gak tau alamatnya. Akupun gak tau jalan di Semarang, Kamu tau gak Ni?”
“Walah, kalo kantor gitu aku ndak tau mas. Mas kesini aja, ke tempatku nanti aku bantu nyari kantornya, ini mas Iwan udah di semarang?”
“Belum Ni, masih di Matesih. Besok pagi aku baru berangkat. Rumah Sani daerah mana?”
“Aku Ngontrak Mas, daerah jembatan besi. Klo bingung apa besok tak jemput aja mas.. rencana mau naik apa?”
“Naik sepeda motor Ni”
“Ooo.. Naik bis aja mas, Besok aku jemput di terminal Solo aja, sepeda motor Mas Iwan titipkan sana, kita sama-sama kesemarang naik Bis, biar mas gak bingung nanti. Aku ada motor kog di Semarang.”
“Jadi Sani besok mau pulang ke Matesih?” Tanyaku
“Yo nggak to mas, Aku pagi-pagi besok ke Solo, kita ketemu diterminal aja, Mas Iwan nunggu aku disana. Jadi aku cuma sampai terminal solo aja mas.” Kata Sani
“Oh ya.. ya.. Makasih ya Ni. Sampai ketemu besok.”
“sama-sama mas”

Aku gembira setelah ada jalan, sedikit membuat heran, Sani td kog bilang Rumah kontrakan ya.. dia kan punya suami. Katanya suaminya orang kaya. Tapi aku tak mau berpikir banyak lagi, yg penting besok sudah ada penunjuk jalan di Semarang.

Kulihat uang di dompet tinggal 10ribu. Mau tak mau ku minta uang lagi ke Bapakku dan di kasih 50ribu untuk ke Semarang, dan hanya dengan berbekal uang 60ribu aku nekat pergi ke Semarang. Pagi itu dengan kuda besi kesayangan yg telah menemani hampir 7 tahun hidupku selama kuliah di Fakultas Pertanian UNS ini Aku sudah sampai di Terminal Tirtonadi Solo tempat janjian ketemu Sani.

Jenuh juga nunggu, sudah lebih dari 1,5 jam Sani belum muncul, di SMS belum balas juga, namun tiba2 HPku berdering.

“Mas udah di Terminal” tanya Sani
“udah ni, aku diruang tunggu dekat parkiran” jawabku
“Ya.. aku kesana ya..”
“Ok” jawabku.

Akucelingak-celinguk sebentar nyari Sani, tapi tiba-tiba aku kaget.. Sesosok mirip Cornelia Aghata muncul dibelakangku.

“hey.. udah lama nunggu?” tanya Sani
“belum, baru juga, paling 30 menitlah” Jawabku berbohong
“Bisnya tadi lambat mas, jadi lama nyampenya sini, ya udah yuk mas kita berangkat” kata Sani

Aku mengiyakan dan mengikuti langkah Sani ke Loket bis Jurusan Solo – Semarang. Mataku ini terus aja ngelihat Sani, sudah lama aku tak ketemu Sani sejak ia menikah dengan orang semarang. Kurang lebih 5 tahun yg lalu, ketika Sani baru lulus SMA kemudian menikah. Dulu Sani tampak kalem dengan dandanan yg sangat biasa ala orang ndeso. Jarang sekali ada polesan bedak yg berlebihan, bibirnya dibiarkan pucat tanpa polesan gincu, dan semua itu malah semakin menunjukkan kecantikan alamiah yg dimiliki Sani.

Namun sekarang kulihat sungguh sangat berbeda. Dulu Sani pakai jilbab waktu SMA dan dirumahpun sering pakai jilbab, sekarang tdk pakai lagi dan bahkan warna rambutnya dibuat agak pirang kemerahan sangat cocok dengan warna kulitnya yg Putih. Dandanan Sanipun berubah, kelihatan ada bedak tipis di wajahnya dihiasi rona merah tipis buatan di tulang pipinya. Gincu merah muda mengoles tipis dibibirnya membentuk bibirnya kelihatan makin seksi. Wajah Sani benar-benar mirip Cornelia Aghata bintang si Doel Anak Sekolahan itu dengan penampilannya sekarang.

Sani yg dulu selalu pakai rok panjang kini memakai celana Jeans ketat sehingga terlihat jelas bentuk pinggulnya, bokongnya yg bulat berisi mengundang lelaki sekedar menjamahnya. Akupun jadi membaygkan mulusnya paha sampai bokong Sani dibalik celana jeans ketat itu. Bagian atas Sani hanya pakai kaos ketat ditutupi Rompi putih tak berkancing.

Dulu aku tak pernah membaygkan kalo Sani memiliki payudara semontok itu. Sekarang baru kelihatan kalo Sani memiliki payudara yg montok. Dibagian atas kaosna walaupun tdk berkerah rendah namun aku bisa melihat bagian gundukan payudara yg benar-benar menggoda. Penampilan Sani saat ini benar-benar tak kalah dari gadis-gadis kampus tempat aku kuliah yg sering kujadikan bahan coli, bahkan kuanggap lebih dari mereka karena Sani sangat pintar menghias diri.

Di terminal itu kulihat banyak lelaki melirik ke Sani, dan aku yg berjalan disampingnya merasa sedikit bangga, berharap mereka menganggap aku adalah suami atau sekedar pacarnya. Namun aku sadar penampilanku tak mendukung untuk itu. Mungkin orang akan menganggap aku pembantunya. Ah..bodo amat…

Dengan begitu, kuberanikan diri ketika sampai ke Loket bis kuberanikan diri memegang pundak Sani dan mengeluarkan dompet untuk bayar ongkos bis. Tapi Sani melarang.

“ndak usah mas, biar kubayar aja”

Aku pun diam aja.

“Yuk mas naik, busnya udah mau berangkat tu.

Akhirnya kami naik bus. Bangga rasanya aku di bus bersanding di samping cewek secantik Sani. Sepanjang perjalanan Sani banyak cerita kepadaku tentang dirinya sekarang, ternyata ia sudah bercerai dengan suaminya setahun yg lalu. Suaminya adalah orang yg gemar main judi sehingga harta warisan orang tuanya habis hanya dalam waktu dua tahun. Ternyata suaminya kaya hanya karena warisan orang tuanya.

Setelah bercerai Sani mencoba nyari kerja akhinya akhirnya bisa kerja sebagai SPG sebuah dealer mobil besar di semarang setelah cukup modal Sani membuka usaha salon. Dari situ aku tau kenapa Sani sekarang jadi pinter dandan, ternyata ia sudah memiliki sebuah salon. Hari ini dia libur karena jemput aku.

Aku pernah dengar desas-desus di kampungku kalau Sani katanya cerai dan sekarang jadi simpanan seorang pejabat karena suaminya tak lagi ngurusi Sani. Katanya Sani sengaja dijual suaminya. Namun itu hanya desas-desus yg nggak jelas. Orang kampungku yg merantau ke Semarang kutanya tak ada yg membenarkan, bahkan mereka tak ada yg tau tentang Sani. Dan yg kutahu hanya, sejak Sani menikah memang jarang sekali pulang kampung, kalau toh pulang kampung paling hanya 1 hari dan langsung kembali lagi ke Semarang.

Setelah menempuh 3 jam perjalanan, bis akhirnya kami sampai di semarang, turun di sampangan kemudian lanjut naik angkot menuju rumah kontrakan Sani. Kami sampai Rumah kontrakan Sani sudah jam 1 siang. Dan Sani menawarkan untuk makan lebih dulu sebelum ke Kantor Kesbanglinmas, Sebelumnya Sani udah tanya ke temannya alamat kantor itu, jadi Sani sudah tahu, dan mudah-mudahan belum tutup.

“Makan dulu aja ya mas, trus kita ke kantor itu” kata Sani
“Atau mas Iwan pengin istirahat dulu di kamar klo capek?” lanjutnya
“Gak ah Ni.. aku pengin hari ini semua urusan cepet selesai” kataku.
“Ya udah yuk kita berangkat cari makan trus ke kantor itu”

Kami pergi makan di sebuah rumah makan kecil dan lanjut berangkat ke jalan Jend. Sudirman dimana kantor Kesbaglinmas berada, Sampai sana sudah hampir jam 3 sore, Kantor memang masih buka, tapi petugas dan pejabat yg biasa memberi ijin penelitian sedang tdk ada, disarankan kami kembali besok pagi. Akhirnya kami kembali ke Rumah kontrakan Sani, dan beristirahat.

Kontrakan Sani siang gini sepi, semua pengguhinya. Kata Sani, 4 orang yg tinggal disitu adalah karyawan-karyawan. Hanya 1 orang yg mahasiswa, itupun sambil kerja juga.

“Ni, kamu tau rumah kang legimin itu” Tanyaku
“Aku mau nginep di rumah dia ni”
“Wah.. aku nggak tau mas, aku jarang ketemu kang legimin kog. Jarang aku ketemu wong Matesih disini”
“Gimana nih, aku gak punya uang klo harus nginep di hotel” kataku
“Nggak usah bingung mas, nginep sini aja, tidur dikamarku.” Jawab Sani
“Lha Sani nanti trus tidur dimana?. Apa kita tidur berdua disini” tanyaku
“hehehe, gampang mas. Aku bisa tidur di kamar temenku. Ada temenku yg kerjanya malam, jadi nanti malam bisa kupakai. Udah mas Iwan tidur kamarku aja. “
“Ya udah mas aku mandi dulu ya.”

Kamar Sani ini lumayan mewah, ada kamar mandinya didalam. Kamar tidurnya lumayan besar. Aku membaygkan seandainya tidur berdua sama Sani berduapun muat.

Keluar kamar mandi Sani hanya berbalut handuk.. dengan rambut agak basah kelihatan seksi sekali.. pahanya putih mulus, pundaknya juga kelihatan putih, payudaranya yg montok hanya mampu tertutupi separo oleh handuknnya. Seketika k0ntolku mengeras sehingga dengan terpaksa aku membetulkan letaknya biar nyaman. Sedari berangkat tadi k0ntolku sering berontak karena pikiranku yg selalu ngeres tentang Sani.

Sani duduk di meja rias mengeringkan rambutnya. Dari balik kaca aku melihat betapa cantiknya Sani sekarang, kelihatan lebih dewasa dari waktu SMA dulu. Aku membaygkan seandainya aku peluk dari belakang kucium tengkuknya dan punggungnya yg mulus itu.. ohhh..

“Nggak mandi mas, biar seger?” tanya Sani
“Eh iya..” aku terbangun dari lamunanku.

Akupun berdiri mau kekamar mandi.

“Ni mas handuknya” Sani menuju lemari besar disamping pintu kamar mandi mengambil handuk besar dari dalamnya.

Padahal aku berharap memakai handuk yg dipakai oleh Sani. Sampai kamar mandi ku buka pakaianku dan kulihat betapa tegangnya k0ntolku. Mengacung begitu tegak, ingin rasanya aku onani, seperti biasa yg aku lakukan kalo lagi konak pulang dari kampus lihat cewek2 seksi dikampusku. Tapi tak mungkin aku berlama-lama dikamar mandi Sani ini, bisa curiga dia nanti. Selesai mandi aku keluar juga cuma pakai handuk.

“Mas pakai kaosku ini aja mas, ini agak longgar, jadi kurasa mas Iwan muat. Dan ini juga ada celana pendek agak longgar juga. Biar celana mas aku gantung sini.” Kata Sani yg ternyata udah ganti pakaian.

Sungguh sangat seksi, dia memakai celana pendek ketat yg tipis dgn memakai kaos ketat juga, membayg BH dan celana dalamnya di balik kaos dan celananya. Warna kaos dan celananya putih sementara BH dan celana dalamnya warna merah, sehingga sangat jelas kelihatan BH dan celana dalamnya. Bentuk tubuhnya benar-benar indah, pahanya mulus terpampang di depanku, Payudaranya yg sekal menantang terlihat indah terbungkus Bra merah dibalik kaos putih itu. Waktu itu aku belum tahu ukuran Bra, sekarang aku tau ukurannya mungkin 36B. Lagi-lagi k0ntolku ini mengeras. Dan kulihat Sani tadi sempat melirik kebawah ketika menyerahkan celana pendek dan kaos tadi.

Akhirnya balik lagi aku kekamar mandi untuk memakai kaos dan celana dari Sani tadi. Aku lupa bahwa aku nggak bawa celana dalam. Aku hanya punya 2 celana dalam yg selalu kupakai bergantian, nah waktu kesemarang ini aku lupa bawa yg satunya lagi untuk ganti. Sementara celana dalam yg kupakai tadi ikut digantung sama Sani. Kalau aku nggak pakai celana dalam maka K0ntolku yg selalu tegak didekat Sani ini pasti akan kelihatan menonjol dibalik celana pendek ini.

Sementara kaos dari Sani inipun agak kekecilan. Kulihat di gantungan baju dalam kamar mandi ada celana dalam Sani. Kuambil dan kulihat bentuknya unik. Melihat bentuk bokong Sani yg besar bulat gitu aku rasa celana dalam ini bisa kupakai sementara. Yg penting mengamankan k0ntol ini biar gak kelihatan menonjol dicelana. Waktu Kupakai ternyata tdk bisa menutupi seluruh k0ntolku dan hanya sampai dibawah leher k0ntol aja, buah pelerku pun tdk berada di dalam celana dalam, serasa celana dalam ini membelah memisahkan buah pelerku kekiri dan kekanan. Walau gak nyaman kupakai juga celana dalam ini, dibagian belakang celana dalam inipun membelah garis pantatku.

Aku keluar dan kulihat Sani tiduran di kamarnya sambil nonton TV. Waktu itu sudah jam 5 sore. Akupun ikut menonton tapi duduk di kursi dalam kamar itu. Sejenak kami saling diam, sesekali aku melirik Sani, Oh sungguh seksi perempuan ini. Dan aku semakin nggak nyaman di bagian selangkanganku ini.. memang celana dalam cewek tak cocok untuk cowok, Serasa k0ntolku semakin tercekik dibagian lehernya.

“sini mas dari sini nontonya, dari situ kan gak kelihatan nontonnya.” Ajak Sani

Akupun mendekat dan ikutan nonton sambil tiduran di sebelah kanan Sani, kucium bau harum Sani begitu merangsang. Aku semakin deg-degan aja.

“Orang tuamu belum pernah kesini ya Ni” aku membuka percakapan lagi.
“Kalau ke rumah kontrakan ini belum pernah mas, yg sebelumnya pernah. Aku di rumah kontrakan ini kan baru 5 bulan setelah aku kerja di salon.” Jawab Sani
“Sebelumnya dimana?”
“Sebelumnya aku ngontrak rumah sama temen2 di daerah deket simpang lima”
“Ooo”

Percakapan kami pun berlanjut, dan kami tak lagi konsentrasi nonton tivi. Lama-lama tubuh kamipun semakin berdekatan. Entah apa yg menggerakkan tubuhku ini, kakiku yg satu tiba-tiba menindih kaki Sani sebelah. Sanipun diam saja. pahaku agak nyenggol2 paha dia yg mulus itu. Pembicaraan kamipun semakin hangat, Sani kadang kadang mencubitku ketika aku cerita masa ketika dikampung dulu. Kami sering ketawa-ketawa. Bahkan tangannyapun kini terus berada di pahaku, aku benar2 merinding merasakan lembutnya telapak tangan Sani di pahaku. K0ntolku semakin memberontak. Lenganku yg menyentuh lengan Sanipun serasa dialiri listrik

Kuberanikan diri mengusap tangannya dan akhinya kami saling bergengaman.

“Tanganmu kog dingin mas?” tanya Sani ketika pegang tanganku.
“Iya Ni, gak tau nih, tapi emang aku sering kog berkeringat di telapak tanganku.” Jawabku

Sani pun meremas lagi tanganku dan tiba-tiba kepalanya disandarkan di pundakku. Sambil tiduran gitu aku bisa mencium wangi rambutnya. Akhirnya tanganku pun mencoba melingkari kepalanya dan Sani sedikit mengangkat kepalanya dan kini benar-benar berbantal tangan dan ketiakku. Aku yg semakin horni berat kuberanikan diri mengelus-elus pundak kirinya. lama-lama aku cium keningnya dan Sani diam aja.

Entah setan apa yg menuntun ciumanku pun merambat turun ke pipinya dan hinggap di bibinya yg lembut. Kulumat bibirnya dengan lembut. Awalnya Sani diam aja. Tapi lama-lama Sani merespon bukan Cuma cium bibir tapi juga memainkan lidahnya. Lama kami ciuman bibir, kulihat mata Sani terpejam.

Secara naluriah pun tanganku akhirnya bergerak ke dadanya.. aku sedikit bergetar ketika tanganku benar-benar telah berada di gundukan dadanya. Lalu dengan lembut kuremas payudara Sani. Dan Sanipun melenguh sambil kembali menyerang bibirku. Aku yg sangat belum pengalaman agak kaget mendapat serangan itu. Kami sudah dalam keadaan tidur miring dan saling mendaratkan ciuman. Tangan kamipun semakin tak terkontrol. Tanganku sibuk meremas dan membelai payudara Sani yg masih terindung di balik kaus dan Branya, sementara tangan Sani pun merembet ke bawah mengelus batang k0ntolku yg sudah tegang sejak siang tadi.

Lama2 tanganku pun mencoba menyingkap ke balik kaosnya, menelusuri perutnya yg rata dan akhirnya aku benar-benar bisa merasakan kelembutan payudara Sani. Payudaranya benar-benar besar dan lembut namun sekal. Sanipun mendesah ketika aku mulai memilin2 punting pentilnya.

“Ohh.. Shshh.. terus mas.. uh..”lenguh Sani sambil menggeliat keenakan, akupun semakin semangat meremas payudara Sani.

Seumur hidupku baru kali ini aku merasakan lembutnya payudara perempuan, selama ini aku hanya bisa membaygkan bisa meremas dan menghisap payudara cewek, apalagi kalo aku nonton Bokep, keinginan untuk meremas payudara cewek semakin tinggi.

Sanipun kemudian membuka kaosnya, dan terpampang di depanku payudara Sani yg ranum dibalik Bra Merah..Oh.. indah sekali. Bra Merahnya semakin memperindah susu Sani, Kembali aku meremasnya dengan lembut, ku congkel keluar susu itu dari cup branya. Ingin aku menghisap punting susu Sani, kudekatkan kepalaku ke susunya lalu kuciumi bagian atas payudara itu.

Karena gemas pertama kali lihat susu yg montok mulus gini aku tak sengaja menggigit bagian atas payudaraya dan menghisapnya sehingga meninggalkan bekas merah disitu. Serta merta Sani pun Membuka Branya dan menyembul dengan bulat payudara Sani. Tdk terlalu besar namun juga nggak kecil sangat pas dengan tubuh Sani, putih kulitnya dengan aerola kemerah-merahan menuju ke coklat. Punting agak kecil. Sangat mengairahkan. Sanipun menyodorkan susunya ke arahku dan akupun segera menghisap punting susunya. Ku jilat-jilat sekitar punting susunya. Sani tiba menarik kepalaku lebih dalam ke payudaranya..

“Ohhh… terus isap mas.. oh enak banget mas.. isap yg kuat mas.. ..Ohh “ Pinta Sani

Tanganku yg satupun meremas dengan kuat paudara yg satu lagi. Sementara tangan Sani terus menggosok-gosok k0ntolku yg tegang yg masih bersembunyi dibalik celana. Aku sangat bernafsu dan kemudian kutindih tubuh Sani. Dan saking nafsu, aku merasa semakin-nikmat dan semakin nikmat dan tiba-tiba aku merasa tubuhku semakin menegang dan panas.

“Oh.. uh.. Sani, Nikmat banget tubuhmu ini Sani..”Racauku dan beberapa detik kemudian aku merasakan sebuah ledakan nikmat di tubuh ini.

Semprotan-semprotan nikmat keluar dari batang k0ntolku.. rasanya aku sudah orgasme sebelum penetrasi.. dan Sani kayaknya merasakan gelinjang nikmat tubuhku yg sedang menindihnya

“Oh.. enak banget.. Ni.. “ lenguhku sambil kelonjotan menikmati sensasi Orgasme pertamaku itu
“Aku sangat terangsang Sani, aku merasakan kenikmatan yg luar biasa.” Kataku kemudian..

Beberapa saat aku masih menindih tubuh Sani, dan Sani pun masih mengecup bibirku dan mengelus-elus kepalaku. Setelah gejolak orgasme itu mulai menurun, kurebahkan badanku kesamping Sani, dan aku merasakan celanaku basah. Serta merta Sani bangun dan melorotkan celanaku, dan dia tersenyum. cerita sex

“kog mas pakai celana dalam Sani sih mas?” tanya Sani
“iya Ni, td aku Cuma bawa 1 celana dalam, k0ntolku tadi tegang terus liat kamu pake baju seksi gitu, makanya kupakai celana dalammu di kamar mandi tadi biar gak keliatan menonjol” jawabku.

Sanipun tersenyum sambil melorotkan celana dalam itu, kemudian dengan celana dalam itu pula dia membersihkan sperma yg belepotan di bawah perutku.

“tadi kog cepet kali keluar mas?” tanya Sani sambil tersenyum
“gak tau juga Ni, aku sangat terangsang dan bergairah sejak ketemu kamu diterminal tadi.” Jawabku
“Mas udah pernah ML belum?” Tanya Sani lagi
“Belum pernah Ni, kalau onani pernah, dah lebih 1 bulan aku nggak onani” kataku
“Ooo.. makanya td cepet keluar dan banyak lagi, emang mas Iwan belum pernah bercumbu ma cewek?” tanya Sani lagi.
“belum juga Ni.. aku belum pernah pacaran sekalipun, Nggak laku nih”

Sanipun tersenyum, dan tiba-tiba dia mengecup bibirku dan kemudian rebah disampingku. Kulirik Payudaranya menantang keatas. Tubuhnya yg putih mulus itu benar-benar menggairahkanku. Aku balik miring ke arahnya dan kemudian memeluknya, Sani pun menoleh kearahku kemudian kami berciuman lagi, Tanganku mulai gerilya lagi di payudaranya dan Sani mulai merintih kenikmatan. K0ntolku yg habis orgasme tadi sudah berdiri lagi dan terasa menyentuh paha Sani yg mulus. Tangan Sani pun bergerak kebawah dan mulai mengocok k0ntolmu.

“Mas. Kontolmu udah bangun lagi nih..cepet banget” kata Sani sambil ngelus-elus kontolku
“Iya Ni, enak banget elusanmu di kontolku.”
“Susumu juga lembut banget.” Kuremas dengan lembut payudara Sani, kulihat ada bekas cupanganku tadi memerah diatas Payudaranya sebelah kanan.

“Nikmati susuku sepuasmu mas” kata Sani sambil menyodorkan susunya kemulutku.

Mulutku pun langsung menyambar punting susu Sani, kuhisap-hisap dan kujilat-jilat bagian aerolanya, berpindah dari kiri ke kanan, tanganku pun terus bekerja meremasi sebelahnya sambil kadang memilin-pilin punting susu Sani. Sanipun kelihatan menikmati seranganku di payudaranya kadang dia membantu menekan kedadanya. Dengan pahanya dia juga berusaha menekan batang k0ntolku yg kaku.

“Kontol mas juga keras banget nih, padahal baru aja keluar” lanjutnya ketika Sani menjepit batang k0ntolku dengan kedua pahanya sambil miring.
“Mas mau ML sama Sani?” Tanya Sani
“Aku mau Ni, tapi gak apa-apa ya ntar klo cepet keluar lagi, soalnya aku belum pernah ML”
“Gak apa-apa mas”
“Nanti Sani gak puas?”
“Aku pasti puas mas” jawab Sani yakin

Sani kemudian menarik kaosku keatas, dan aku kini telanjang bulat. Kemudian Sani menindihku mencium bibirku.

Mmmhh.. slurrrpp.. bunyi ciuman lembut kami semakin merangsang dan kami saling bertukar air liur. Lidah kamipun saling mengait. Begitu hebatnya ciuman Sani sampai aku tak kuasa meladeni ganasnya ciumannya. Ciuman Sani mulai merembet kebawah keleherku dan mengekplorasi bagian sana sampai aku benar-benar merinding, kemudian turun ke dadaku. Puntingku dijilat-jilat dan digigit-gigit kecil sampai aku menggeliat-geliat tak tahan. Kurasakan geli-geli enak sampai kadang-kadang kutahan kepala Sani. K0ntolku yg kena tindih perut Sani yg rata semakin menegang dan berdenyut-denyut, kurasa Sani merasakan itu.

Tiba-tiba Sani berdiri dan mencopot celananya. Aku cuma bisa melotot sambil meneguk air liur ketika aku melihat tubuh Sani telanjang bulat. Lalu jongkok diatas pahaku, menarik K0ntolku kemudian di usap-usapkan ke lubang memeknya.

“Uhh…” desisku merasakan geli nikmat ketika kepala k0ntolku diusap-usapkan kelobang memeknya yg lembut.
“Ahh.. Uhh.. enak banget mas” desis Sani juga.

Tanganku coba meraih paha Sani dan mengelus-elusnya. Lalu dengan pelan-pelan Sani menurunkan pantatnya, Batang k0ntolku pun pelan masuk ke lobang Memeknya. Aku merasakan sedikit-demi sedikit gesekan antara batang k0ntolku dan dinding memek Sani. Gesekan itu begitu lembut dan menimbulkan nikmat yg luar biasa. Akhirnya seluruh batang k0ntolku amblas ke lobang memek Sani

“ohh.. enak banget mas ?”
“enak banget Ni. Uhhh…baru kali ini aku merasa kenikmatan luar biasa” Kurasakan sebuah sensasi kelembutan memek Sani, ini pertama kalinya k0ntolku masuk ke lubang memek perempuan, dan perempuan itu adalah perempuan paling cantik dan seksi dikampungku..
“Uhh.. uahhh.”

Tiba-tiba aku merasakan bantang k0ntolku seperti diurut-urut dalam memek Sani, rupanya Sani melakukan Kegel. Nikmat sekali rasanya… dinding memek Sani yg lembut itu seperti mengurut k0ntolku.

“Ahhh.. Memekmu u..enak baaanngget Ni”

Sani tersenyum menatapku, tatapan yg sungguh menggoda, matanya sayu dengan bibir dan lidah yg dibentuk sedemikian rupa sehingga nampak seksi. Akupun semakin terangsang, kucoba menyodok-nyodok keatas karena dorongan kenikmatan yg naluriah meminta kepuasan seksual.

“ Ahhh… Mhhmmmm…Konnnn…tolmu enak juga mas.. gemuk……,kaku… dan sangat keras.”
“Uh.. kontolmu juga berdenyut-denyut terus dimemekku. Enakkk banget rasanya” kata Sani

Beberapa lama Sani Cuma memainkan memeknya dengan kegel-kegel, sementara aku hanya menikmati namun ternyata kata Sani K0ntolku selalu berdenyut-denyut yaang bikin enak memek Sani.

“Aku goyg ya mas?” pinta Sani

Aku cuma bisa mengangguk karena menahan gelora nafsu yg semakin membuncah, semntara Sani mulai menaik turunkan pantatnya pelan-pelan. Kadang ditekannya sangat dalam kadang Cuma setengah batang k0ntolku aja yg masuk. Namun apa yg dilakukannya menimbulkan rasa nikmat yg luar biasa.

“Shhsss… Ahhh.. enak banget Niiiii…” aku terus meracau.
“iya mas, Sani pun juga merasa enak.. uhhh… ahhh..”

Dari goygan naik turun Sani merubah goygan maju mundur. Kadang ditekannya memek bagian depannya sehingga kelentit Sani menekan tulang kemaluanku. Tiap kali melakukan itu Sani melenguh

“Uhh.. enak mas.. ahh.. Ss emhh..”

Lama-lama gerakakan maju mundur Sani makin cepat apalagi ketika tanganku juga ikut bergerilya di dadanya. Payudaranya begitu menggairahkan sehingga tak rela aku membiarkannya nganggur. Dengan penuh nafsu kuremas-remas payudara Sani sambil kadang kupilin-pilin puntingnya. Sepertinya Sani menikmati itu dan kadang tangannya pun ikut membantu meremas payudaranya sendiri.

“Ahh.. terus mas.. enak digituin.. ohh.. yess..” rintih Sani ketika kupilin-pilin puting payudaranya.

Tiba-tiba gerakan Sani jadi liar kadang naik turun kadang maju mundur, kemudian sekonyong-konyong memelukku namun pantatnya tetap naik turun dengan cepatnya..

“Ohhh… Ohhh. Aku gak tahan mas.. kontol mas terlalu enak di memek Sani.. “
“Uhh.. Ehmmmm..” Desisku menikmati pompaan memek Sani di k0ntolku, rasanya nikmat banget..
‘Plakkk…, Plak… Plakk.. bunyi pangkal paha kami berbenturan ketika Sani semakin cepat mengocok k0ntolku..
“Ah.. Terruusss Niiii.. aku mau Kell.. luar niii.. Desisku sambil kemudian meremas pantat Sani yg sekali, kubantu menekan lebih dalam lagi.. namum gerakan pantat Sani cepat seperti bergetar sehingga aku pun hanya bisa mengelus-elus pantatnya..

Karena gak tahan udah mau keluar kutekan pantat Sani sekuatnya..

“Ohh.. Niiii.. Ak..kku gak tahann..” Kuremas pantat Sani kuat-kuat sambil menekan lagi lebih dalam. Namun Sani masih berusaha mengerakan pantatnya naik turun
“Iyy….ya.. mmm.. mas.. Sani jug…ga mau keluar.. “

Gerakan Sani kini berganti hanya tinggal menekan-nekan dan menggesek-gesek dengan keras saja, lalu aku merasakan hentakan-hentakan dalam tubuh Sani, dan tubuhkan menjadi hangat..

“Ah..Aghhhh.. Uhhh… Aku..keluar mas..”

Tubuh Sani masih menghentak-hentak dan aku juga merasakan suatu yg sangat nikmat telah hampir mencapai puncaknnya.. seketika pantatku juga menegang dan akhirnya menyemburlah lahar kenikmatanku dalam memek Sani..

‘Croooott… Croot.. Crut.. ‘
“Ohhh… Ak..kku juga keluar Sani.. Ah.. Enak bangettt…”

Sani masih memelukku, dan aku masih merasakan degup jantungnya masih kencang setelah dia Orgasme tadi. Akupun telah merasakan Orgasmeku yg kedua.. Kami masih diam menikmati sisa-sisa orgasme kami. Himpitan susu Sani didadaku terasa nikmat..

Begitu lama kami berpelukan dengan posisi Sani diatasku sampai kemudian kudengar nafas Sani semakin teratur pertanda dia tertidur, dan akupun setelah orgasme keduaku juga terasa mengantuk dan akhirnya kami tertidur, sampai tak terasa batang k0ntolku copot dari lubang memek Sani. Spermakupun keluar dari memek Sani belepotan di kelamin kami berdua.

Entah berapa lama aku tertidur sama Sani dalam posisi itu, ketika aku terbangun Sani masih memelukku, masih menindihku tapi tdk lagi tepat diatas badanku tapi agak kesamping kanan. Kaki Kanan Sani masih diatasku, paha Sani yg mulus di atas k0ntolku yg sudah layu dan memek Sani pun menempel dipaha kananku, terasa bulu kemaluannya menggesek paha kananku bagian atas. Sementara itu payudara kenyal Sani masih tetap nempel di dada sebeleh kananku.

Kulirik dia masih tidur dengan tersenyum puas. Aku pun sangat puas waktu itu. Ini adalah pengalaman sex ku yg pertama. Dan yg memberikan adalah orang yg pernah aku cintai di masa dulu ketika aku masih mahasiswa baru dan Sani masih SMA. Aku sendiri tak menygka akan bisa menikmati sex bersama perempuan secantik Sani. Memang aku bukan yg pertama bagi Sani tapi pengalaman ini sangat berarti bagiku, dan ternyata sangat mempengaruhi kehidupan Sex ku selanjutnya.

Sani menggeliat, nampaknya dia juga bangun, kulihat matanya sayu, lalu tersenyum kepada. Manis sekali senyumannya. Senyum yg dulu sering kulihat ketika kami berpapasan diperempatan jalan, atau ketemu satu bis ketika berangkat sekolah. Tapi senyuman itu tentu saja beda dengan sekarang. Senyuman sekarang adalah senyuman seorang perempuan dewasa setelah menikmati kenikmatan sex bersama. Sani agak menaikkan kepalanya lalu mengecup bibirku. Dan berkata

“Kamu puas mas?”
“sangat puas Ni, kamu sendiri?” tanyaku kemudian
“Aku juga sangat puas mas, baru ini aku bisa menikmati sex dengan seluruh jiwa ragaku.”

Sambil tersenyum Sani mengucapkan itu, akupun tak tau maksud perkataan Sani yg jelas kurasakan Sani juga sangat puas. Lalu aku mencium keningnya.. Sani kemudian meletakkan kepalanya didadaku, tangannya mengelus-elus dadaku dan aku mengelus-elus punggung Sani yg halus mulus itu. Lama kami melakukan itu dengan diam ketika tiba-tiba Sani bangun dan bilang

“ eh… sudah malam mas kita belum makan”
“Eh iya.. Jam berapa sekarang..”

Kulihat jam weker di meja Sani sudah menunjukkan jam 10 malam. Artinya kita tidur setelah ngesex tadi hampir 4 jam.

“Yuk mas kita keluar makan dulu!” ajak Sani kemudian bangun
“aku rasanya nggak lapar Ni”
“Eh makan dulu mas.. nanti mas lemes lagi. Aku malam ini pengin semalaman sama mas Iwan” Sani bilang gitu sambil melemparkan senyum manisnya kepadaku.

Akupun tersenyum. Dengar perkataan Sani dan lihat senyumannya aja sudah membuat k0ntolku berdiri lagi. Dan Sani melihat itu. Kemudian dia mengelusnya sambil dikocok pelan..

“hihihihi..tuh.. iya kan.. gitu aja kontol mas udah berdiri” gurau Sani
“Ayok ma, kita keluar cari makan” ajak Sani
“Ayolah” jawabku.

Sani kemudian berdiri. Dan kulihat tubuh telanjang itu sepenuhnya.. Bokong Sani memang benar-benar menggairahkan, Sangat proporsional dengan tubuhnya. Dan kau melihat ada tatoo kecil dipinggangnya semakin menambah seksi.

“Mandi dulu ya” kata Sani

Aku Cuma mengangguk.

“Ayokk.. Kita mandi bareng aja biar cepet” ajak Sani
“Loh tadi ngajak mandi bareng to..hehehe?”

Sanipun masuk duluan dan aku menyusulnya. Kurasakan bagian paha kananku dan sekitar kemaluanku sampai perutku lengket sekali. Kukira bekas spermaku tadi yg tumpah kemana-mana dari memek Sani. Akupun menyusul Sani ke kamar mandi, kulihat Sani lagi jongkok nyebokkin Memeknya. Karena kamar mandi berasa dingin akupun ke belet Pipis. Akupun Pipis dengan membelakangi Sani, tapi tiba-tiba Sani berdiri memelukku dari belakang dan tangannya memegang k0ntolku yg sedang mengeluarkan air seni.. digoyg-goygkannya k0ntolku sehingga air seniku muncrat kemana-mana.

“hi..hi..hi..hi” Sani ketawa
“ihh.. kontol mas ini gampang kali tegang siiihhh..”
“Gak tau nih Ni.. padahal udah keluar dua kali tadi.”
“Ya udah aku bersihin dulu ya.. Mas diem aja biar Sani mandiin mas.”

Dengan telaten Sani mencuci batang k0ntolku yg tegang. Di ambilnya sabun dan di usap-usapnya batang k0ntolku yg semakin tegang itu.. rasanya nikmat seperti di Onani. Lanjut kemudian membersihkan dua buah pelerku. Sampai ke lubang duburku. Kemudian lanjut ke Kaki dan tubuh. Enak rasanya dimandikan sama Sani ini..

Ketika sedang menyabuni bagian dadaku aku meraba bagian payudaranya dan juga bokongnya. Sani hanya tersenyum liat tingkahku.

“Sani.. aku pengin di gosok pake ini” kataku sambil pegang kedua payudaranya.
“iya.. entar ya mas.. aku sabuni badan mas semuanya baru ku gosok pake susuku ya”

Setelah selesai menggosok di bagian punggung Sani lalu memelukku dari belakang kemudian menggosok-gosokkan payudayanya ke tubuhku bagian belakang, terasa lembut dan nikmat, aku hanya terpejam menikmati sensasi kelembutan itu. Lalu Sani pindah ke bagian tangaku kanan dan kiri, kadang Sani memegang tanganku dan diulekkan ke payudaranya. Pindah kedepan semakin bertambah nikmat, dada Sani bersentuhan dengan dadaku dan kemudian digosok-gosokkan dengan lembut. Tangan Sani pun sambil memelukku mengusap-usap bagian punggungku

“Enak gak mas?” tanya Sani sambil terus mengusapkan payudaranya ke dadaku.
“Enak banget Ni.. Ohh.. Susumu lembut banget.. “

Kurasakan punting susu Sani yg sudah tegak itu kadang menyentuk punting susuku menimbulkan sensasi nikmat tersendiri. Sementara K0ntolku yg tegang juga menggosok-gosok perut Sani..

“Kontol mas hangat di perutku” kata Sani
“Aku gosok pake susuku juga ya mas?”

Lalu Sani turun kebawah, dengan berjongkok batang k0ntolku lalu di pegangnya diusap-usapkannya kepala k0ntol itu ke payudara Sani, disekitar punting susunya. Setelah itu dengan kedua tangannya Sani menangkupkan kedua Payudaranya menjepit batang k0ntolku. Di gerakkannya naik turun. Nikmat luar biasa.. K0ntolku pun semakin tegang

“Uhh, enak banget Ni.. Ahhhh Shshhh. Susumu memang luar biasa” desahku.

Sani masih melakukannya sambil menatapku dengan tatapan seksi. Aku makin terangsang. Sekian lama Sani melakukan itu aku berasa sudah mendekati orgasme ketika Sani kemudian menyudahi permainannya. Aku agak kecewa juga

“Udah ya mass.. Gantian dong mandiin Sani” Pinta Sani kemudian memberikan puff yg telah di beri sabun kepadaku.

Lalu aku mulai menyabuni tubuh Sani mulai dari bagian belakan ke bagian depan. Bagian Bokong dan Payudara adalah bagian yg terlama aku sabuni karena aku ingin menikmati kedua bagian tubuh Sani ini, untuk kedua bagian ini aku lebih sering tdk menggunakan puff. Kedua tangan nakalku langsung mengusap dan menggosok bagian itu. Terakhir ke bagian Kaki, dari bawah ke atas aku sabuni. Ketika sampai ke paha Sani yg mulus aku gunakan saja tanganku. Kuusap dari bawah ke atas sampai ke pangkal pahanya. Jari-jariku lebih sering mampir ke pangkal pahanya dan berusaha untuk masuk ke lobang memek Sani.

Sani melihatku sambil tersenyum ketika aku melakukan itu. Memek Sani bentuknya agak tebal dengan ditumbuhi rambut berbentuk segitiga dibagian atasnya. Kayaknya memang dibuat seperti itu, sementara dibagian bibir memeknya juga ditumbuhi rambut, namun tipis sekali. Ingin rasanya aku terus membelai bagian itu. Ketika aku membelai bagian itu dengan tangan kiriku. Tangan kananku memegang batang k0ntolku dan mulai mengocoknya. Aku ingin klimax tadi yg tertunda saat dapat tits job dari Sani terpuaskan.

“Mas Iwan pengin lagi ya?” tanya Sani
“Iya Ni.. aku tak tahan liat kemolekan tubuhmu” jawabku.

Sani lalu tersenyum lagi dan menarikku berdiri. Lalu ia menciumku, aku pun membalas ciumannya..

“kita siram tubuh kita dulu yukk.. biar sabunnya ilang” ajak Sani

Lalu kita sama-sama saling menyiram tubuh kami kemudian berciuman lagi dengan penuh gairah. Kuremas-remas payudara Sani kucium dan kuhisap-hisap sampai Sani menggelinjang keenakan. Setelah sekian lama gairah Sani pun mulai naik, Sani kemudian membalikkan badan.

“Masukkan dari belakang ya mas… Cepet mas memek Sani udah minta dimasukin nih.. Shhshhh!!!” Rengek Sani

Pelan-pelan kumasukkan batang k0ntolku ke lobang memek Sani.

“Ahhhhh.. Uhhh…” desis Sani ketika kepala k0ntolku mulai masuk lobang memeknya..
“Doorrr ooonng teyuss masss.. ygggg dallll lllaammm “ pinta Sani.

Akupun dengan pelan melesakkan k0ntolku makin dalam ke lobang memek Sani.

“Ohh.. enak banget Ni..” desisku ketika K0ntolku udah masuk semuanya.
“Memekmu begitu hangat selimutku kontolku Ni..Ahhh… Uhhh.. “

Kunikmati pemandangan indah itu. Bokong Sani yg putih mulus terpampang di depanku, sementara batang k0ntolku menelusup ke Lobang memeknya. Tak tahan mulai ku goygkan pantatku maju mundur. Pemandangan itu semakin indah..

Plak…Plak..plakk.. begitu bunyi benturan bokong Sani dengan pangkal kelaminku..

Sanipun semakin mengelinjang dan mendesis-desis kenikmatan menerima sodokan k0ntolku.

“Ohh.. Ohh.. yaahh..”
“Terus mas.. yg kenceng mas…ahh” Sani terus meracau kenikmatan..

Kupercepat goyganku namun sebentar kemudian aku merasa udah mau Orgasme, dan aku berhenti..kubenamkan namun aku mencoba menahan arus orgasme yg akan melandaku tadi. Dan tanganku yg awalnya berada di bokongnya kupindah ke bagian payudara Sani. Kupeluk Sani sambil kuremas-remas payudaranya. Ternyata Sani tak mau hanya diam. Dia mulai menggoyg-goygkan pantatnya sehingga menimbulkan sensasi kenikmatan tersendiri.. Sani berusaha menggerakkan pantatnya maju mundur. Aku yg tadi berusaha menahan arus orgasmeku akhirnya tak tahan. Dengan memegang pantat Sani, ku Goyg maju mundur dengan cepat pantatku sehingga batang k0ntolku keluar masuk dengan cepat di memek Sani yg terasa sangat basah.

“Ah.. ah.. uhh..” Sanipun hanya bisa meracau kenikmatan.

Terakhir kuhujamkan sedalam-dalamnya k0ntolku di memek Sani dan keluarlah lendir kenikmatan dalam memek Sani… Croottt… Croot.. Critt..

“Ahhhh…. enak banget Sani.. Ohh.. luar biasa“ desisku
“Uh..” Sani pun melenguh.. aku tak tau apa dia orgasme atau tdk.

Karena aku tadi hanya bertahan paling 5 menit. Lalu kucopot k0ntolku dari memek Sani.. Plupp.. Kulihat spermaku meleleh. Sani lalu balik badan kemudian mencium bibirku dan menggelayut dengan mesra merangkul leherku, payudaranya menekan dadaku.

“Enak ya Mas..”
“Enak banget Ni.. ini pengalaman yg luar biasa.”

Sani tersenyum lalu mencium bibirku sekali lagi. Akupun serta merta memeluknya. Terasa indah sekali waktu itu, bukan hanya menikmati kenikmatan sexual tapi juga kemesraan.

“ya udah kita bersih-bersih yuk, trus cari makan.. “

Lalu kita mulai bersih-bersih diri, keluar kamar mandi dengan masih telanjang sehingga airya sempat menetes-netes di karpet kamarnya. Aku terpaksa memakai celana Jeansku lagi dan meminjam kaos Sani yg lain. Dan aku dilarang sama Sani pakai celana dalamku. Katanya aku gak usah pakai celana dalam saja. Sanipun pakai celana panjang dan kaos ketat, dengan Motor Sani kami mencari keluar makan

Cukup lama kami muter-muter kota Semarang, kata Sani biar aku hafal jalan kota Semarang. Karena niat awal adalah mencari makan akhirnya kami memutuskan menuju simpang lima, makan sambil menikmati suasana malam kota Semarang. Kami memilih warung lesehan yg menyajikan makanan sea food. Lagi-lagi dengan pengalamannya Sani menjelaskan kalo makanan Sea Food itu bagus untuk memulihkan stamina. Sampai tempat yg dituju kami memilih tempat yg agak enak buat ngobrol berdua, lalu kami memesan makan.

Saat makan itulah Sani menceritakan kembali perjalanan hidupnya pasca bercerai dengan suaminya. Karena malu mau pulang kampung Sani memutuskan mencari kerja di Semarang. Karena di dukung wajah cantik dan body yg ideal Sani di terima jadi SPG di sebuah dealer mobil besar di Semarang. Karena kebutuhan hidup yg lumayan, gaji sebagai SPG tak cukup memenuhi kebutuhan hidup Sani, sampai akhirnya Sani menerima tawaran untuk menjadi simpanan seorang bos batik dari pekalongan.

Pak Mitro (bukan nama sebernarnya) itu umurnya sudah hampir 60 tahun dan menginginkan Sani jadi simpanannya. Segala kebutuhan hidup Sani dipenuhi termasuk di kontrakan sebuah rumah di sebuah kawasan elite di Semarang atas. Selama jadi simpanan itu untuk mengisi kesibukannya Sani tetap kerja sebagai SPG di tempatnya kerja dulu, selama jadi SPG itu sebenarnya Sani menerima banyak ajakan kencan berbagai bos dengan tawaran menggiurkan, bahkan pernah ada yg nawar nginep semalam sama Sani berani bayar 5 juta rupiah.

Namun saat itu Sani bertahan tak mau, dan setelah desakan kebutuhan hidup makin banyak Sani akhirnya menerima tawaran untuk jadi simpanan Pak Mitro Bos Batik tersebut. Itupun Sani memilih yg paling tua. Alasan Sani memang ia lagi butuh sosok orang tua setelah ia tak berani pulang kampung.

Pak Mitro sangat sayang sama Sani namun hanya sesekali saja mengunjungi Sani, dan ternyata bapak itu kemampuan sexualnya sudah sangat rendah. Kadang mereka hanya bermesraan aja tanpa melakukan aktivitas sexual. Kadang juga Sani harus menemani bapak itu keliling ke berbagai kota di Jawa tengah maupun timur menginap di berbagai hotel.

Pernah suatu kali Sani ML dengan dengan Pak Mitro namum k0ntol Pak Mitro benar2 gak mau berdiri. Padahal dengan segala kemampuannya Sani mencoba mem BJ Pak Mitro, memberi tarian sexual dan lain-lain, namun k0ntol Pak Mitro tetap gak mau berdiri. Selama kadi simpanannya Pak Mitro hanya sekali berhasil ML dengan Sani, itupun setelah minum obat kuat pemberian pemilik dealer mobil tempat Sani bekerja. Memang Pemilik Dealer itu adalah kawan dekat Pak Mitro.

Setelah satu tahun jadi simpanan Pak Mitro akhirnya Sani dilepaskan, namun Pak Mitro memberi Sani bekal hidup sebesar 20 juta, oleh Sani uang itu sebagian dikirim ke orang tuanya ke Kampung untuk biaya menikahkan adik perempuannya. Pak Mitro terpaksa melepaskan Sani karena ternyata Istri Pak Mitro sudah tau kalau Pak Mitro punya istri simpanan di Semarang.

Setelah lepas dari Pak Mitro, oleh pemilik dealer Mobil tersebut Sani akhirnya Sani ditawari pekerjaan lain yg lebih menghasilkan. Pemilik dealer tersebut juga memiliki berbagai bisnis lain, nah beberapa teman bisnisnya kadang juga membutuhkan teman tidur kalau lagi di Semarang. Sani ditawari untuk itu. Awalnya Sani menolak, namun akhirnya setelah di desak Sani bersedia namun tdk semua teman bissnis bosnya bisa dilayani, Sani hanya memilih beberapa teman bosnya aja.

Pertama yg dilayani Sani adalah seorang eksekutif muda yg memiliki bisnis properti dari Jakarta yg sedang ada meeting bisnis di Semarang, malamnya minta dicarikan teman sama bosnya Sani. Sani ditawari, setelah melihat Foto exekutif muda itu dan sedikit ngobrol lewat telpon akhirnya Sani bersedia menemani tidur selama eksekutif muda yg bernama Andre (bukan nama sebenarnya) itu di Semarang dengan kesepakatan 2 juta Permalam. Pak Andre menginap di semarang selama 3 malam, dan selama itu Sani harus menemani, bahkan Sani harus tinggal di hotel itu selama 3 hari 3 malam. Waktu berkencan dengan Pak Andre, oleh Bosnya Sani berganti nama menjadi Silvia.

Kemampuan Sexual Pak Andre itu termasuk biasa saja. Setiap malam dia hanya minta jatah satu kali, namun Silvia (Sani) harus membuatnya jadi fresh dan relax. Sehabis berhubungan sexual Silvia melakukan pijitan ditubuhnya, kalau pagi menemani mandi dan kemudian menemani sarapan. Yg paling bosan adalah kalau siang hari, Silvia ditinggal sendirian di hotel karena bos itu melakukan bisnis meeting dihotel lainnya bersama teman bisnisnya. Dan Silvia hanya menonton Tivi untuk menghabiskan waktu.

Yg terjadi kemudian adalah di hari ke 3 atau hari terakhir Silvia menemani bos itu, tiba-tiba Pak Andre menelpon, katanya ada temennya yg juga pengin sesekali ML sama Silvia. Awalnya Silvia gak bersedia, namun Pak Andre itu mendesaknya, dia minta tolong sekali ini saja. Temennya akan membayar Silvia 1 juta sekali main di hotel tempat nginap temennya, dan bayaran dari eksekutif muda itu tetap. Akhirnya Silvia bersedia dan kemudian siang itu jam 12 Silvia di jemput menuju hotel tempat teman kencannya menginap.

Setelah sampai hotel tersebut Silvia, Silvia terkejut setelah melihat bahwa ternyata orang yg mengajak kencan itu adalah orang keturunan Arab. Orang cakep khas orang arap, namanya Ilham (bukan nama sebenarnya). Awalnya Silvia diajak kumpul dulu sama temen-temen bisnis pak Andre dan Pak Ilham untuk makan siang. Semuanya 10 Orang termasuk Silvia dan hanya Silvia saja yg perempuan lainnya laki-laki. Silvia udah mulai curiga, jangan-jangan nanti mereka akan menggilir Silvia. Dan akhirnya Silvia lega setelah yg lainnya kemudian berpamitan satu persatu tinggal Pak andre dan Pak Ilham. Akhirnya Pak Andre juga pamit mau balik ke hotelnya tapi meminta Pak Ilham untuk mengantar Silvia kembali ke hotelnya.

Pak Ilham lalu mengajak Silvia masuk kamarnya memasang tanda “don’t distrub” lalu menguncinya. Didalam kamar Pak Ilham mengajak ngobrol dulu tentang berbagai hal yg sebenarnya Silvia gak begitu tau, dari situ Silvia mendapat nasihat dari pak Ilham untuk memperluas wawasan sebanyak-banyaknya. Selama ngobrol itu Pak Ilham duduk di dekat Silvia, merangkulnya, kadang mencium keningnya, mengelus-elus rambut Silvia dengan mesranya. Silvia sendiri menjadi merasa nyaman berdekatan dengan Pak Ilham. Awalnya duduk berdamping, tapi lama-lama Silvia sudah berada dipangkuan pak Ilham, dengan mesranya Silvia kadang menggelendot. Di sela mereka ngobrol kadang pak Ilham mendaratkan ciuman di pipi Silvia dan kadang juga Silvia gantian mengecup bibir Pak Zulhan.

Pak Ilham yg masih keturunan arap itu memiliki bulu yg lebat sehingga setiap sentuhan tangan Silvia yg halus mulus dengan tangan pak Ilham yg berbulu itu menimbulkan sensasi geli pada tangan Silvia. Apalagi ketika Pak Ilham mencium pipi Silvia dan cukuran sisa-sia brewoknya yg kebiru-biruan mengenai pipi Silvia, cukup membuat Silvia merinding dan menggelinjang geli. Sampai akhirnya Pak Ilham mengajak mulai.

“Yuk kita mulai cascus” ajak Pak Ilham sambil mengusap lembut rambut Silvia yg panjang.

Silvia pun mengiyakan ajakan pak Ilham dengan menganggukan kepalanya dengan mata tetap menatap Pak Ilham, tatapan mata Silvia yg sayu itu cukup menggetarkan dada Pak Ilham. Apalagi di tambah senyum khas Silvia yg mampu meruntuhkan hati bajingan yg paling beringaspun.

“kita bebersih dulu ya Pak” ajak Silvia kemudian bangkit dari pangkuan Pak Ilham dan berjalan menuju lemari pakaian lalu Silvia Mencopot semua pakaiannya dan berganti dengan handuk Piyama.

Ketika berganti Pak Ilham terus menatap setiap gerakan Silvia, bagaimana Silvia dengan pelan-pelan mencopot baju kemejanya lalu dengan pelan-pelan pula mencopot rok span yg agak mini itu hingga hanya tinggal celana dalam dan bra hitamnya. Saat mencopot roknya Silvia menghadapkan pantatnya ke Pak Ilham, sehingga Pak Ilham menikmati detik-detik terpampangnya pantat Silvia.

Pak Ilham hanya bisa menelan ludah kelu menatap keindahan tubuh Silvia, Pantatnya yg sekal yg masih dihiasi celana dalam berenda warna hitam. Ketika mulai mencopot Bra hitamnya Silvia berbalik menghadap pak Ilham, dengan pelan Silvia menurunkan Bra nya dan keluarlah payudara montok milik Silvia. Payudaya masih begitu ranum walaupun Silvia sudah janda, mungkin karena Silvia belum punya anak sehingga bentuk payudara itu masih tetap indah dan menggoda setiap lelaki yg memandangnya.

Pak Ilham pun melotot melihat begitu indahnya payudara Silvia apalagi Silvia kemudian sedikit memberikan tarian erotis ketika melempar bra nya ke arah pak Ilham. Kemudian tanpa mencopot celana dalamnya Silvia memakai piyama yg di ambil dari lemari pakaian. Kemudian sambil terus menatap dengan tatapan menggoda Silvia masuk ke kamar mandi.

Tak tahan Pak Ilham pun menyusul kekamar mandi, sampai di kamar mandi langsung memeluk Silvia dari belakang lalu mencium bibir Silvia dengan ganasnya. Tangannya pun menelusup ke balik piyama Silvia dan meremas payudaranya dengan agak kasar. Silvia membalas ciuman Pak Ilham lidahnya ikut bermain-main dirongga mulut Pak Ilham.

“Slurppp… emmmhh..” lenguh Silvia mendapat serangan ganas dari pak Ilham, sementara tangan Pak Ilham sibuk memilin punting susu Silvia kiri dan kanan.
“Ohhh.. kenyal kali Susu kamu Via..” Pak Ilham mencopot piyama Sivia hanya dengan sekali tarik kemudian menlempar keluar kamar mandi yg tdk tertutup.

Tubuh Silvia lalu dibaliknya dan gantian Pak Ilham menyerang bagian Payudara Silvia yg menantang. Diremas-remas dan dikenyot-kenyotnya payudara Silvia, kadang-kadang punting susu Silvia digigit-gigit kecil. Silvia cukup kaget mendapat serangan itu, lalu dengan lembut menarik kepala Pak Ilham, dengan lembut dan pelan dilumatnya bibir pak Ilham dengan pelan tangan Pak Ilham yg masih meremas-remas susu Silvia dengan ganas dituntunnya untuk menjadi lebih lembut. Dengan demikian Pak Ilham menjadi lebih rilex. Gerakan tangan pak Ilham di payudara Silvia pun menjadi lebih lembut.

“Ohh.. Silvia.. Kamu benar2 menggairahkan..Mphmmm” puji pak Ilham lalu melumat lagi bibir Silvia. Silviapun membalas ciuman itu , lidah mereka kemudian saling melilit berusaha menelusuri rongga mulut lawannya.

Slurppp.. Slurppp.. sementara lidah mereka saling mengait, tangan pak Ilham pun menelusuri setiap senti tubuh silvia bagian atas. Setiap kali berhenti di payudara Silvia, tangan Pak Ilham meremas dengan lembut, kadang mampir ke puntingnya dan memilin atau memijit yg membuat Silvia melenguh kenikmatan. Ciuman Pak Ilham pindah ke leher jenjang Silvia, ditelusurinya centi demi centi leher silvia. Sisa kumis dan janggut yg tak bersih dicukur membuat silvia merasa geli-geli nikmat dan semakin terangsang. Pak Ilham lalu dengan lembut menelusuri dada Silvia dan hinggap ke kedua payudaranya. Di jilatinya punting payudara silvia yg tegak mengacung karena terangsang. Kadang di gigit kecil

“Ouughhh.. Sshhhh..ennnaakk pak” rintih Silvia. Pak Ilham pun semakin bernafsu untuk terus ngerjain susu silvia.

Ketika mulutnya hingga di susu sebelah kanan maka tangannya segera memainkan susu sebeleh kiri begitu sebaliknya. Di kenyot-kenyotnya susu itu dan digigit sehingga menimbulkan beberapa cupang kecil di dada Silvia. Tangan Silvia pun membantu dengan memegang dan mengelus-elus rambut pak Ilham kadang-kadang ditekannya kepala pak Ilham ke susunya yg montok itu. Rangsangan pada kedua susunya itulah yg disukai Silvia.

Ciuman Pak Ilham akhirnya merembet ke perut Silvia, disapunya juga setiap senti dari perutnya itu dengan ciuman dan jilatan yg menggairahkan sehingga silvia pun mengeliat-geliat keenakan. Gairahnya sudah meluap-luap sehingga dia merasakan ada sesuatu yg mengalir dari lubang memeknya membasahi celana dalamnya yg masih dipakainya. Ketika Pak Ilham mau menarik celana dalamnya kebawah Silvia memegang tangan pak Ilham lalu ditariknya berdiri.

Lalu dengan pelan-pelan dan mata selalu menatap mata pak Ilham dengan tatapan seksi Silvia melepas kancing kemeja Pak Ilham satu persatu. Diciuminya dada pak Ilham juga puntingnya merambat kebawah dicopotnya celana panjang Pak Ilham. Kini tinggal celana dalam yg menempel di tubuh Pak Ilham. Silvia takjub melihat tonjolan dibalik celana dalam itu, kelihatan besar dan panjang. Silvia membaygkan betapa nikmatnya ML dengan lelaki yg memiliki k0ntol sebesar ini..

“Ohhh… “ lenguh Pak Ilham ketika Silvia mengelus k0ntolnya yg masih terbungkus celana dalamnya.

Silvia sengaja memainkan k0ntol Pak Ilham dari luar celana dalam untuk memancing birahi pak Ilham, namum dia sendiri sebenarnya juga sudah sangat terangsang sejak tadi, apalagi ketika melihat tonjolan dibalik celana dalam itu semakin membesar dan keras. Diciuminya Paha pak Ilham yg dipenuhi bulu-bulu agak kriting itu, naik ke atas dan ditelusurinya dengan lidah area sekitar kemaluan Pak Ilham

“Ohh.. Silvia..,cepat sayang… aku dah gak tahan lagi..” pinta Pak Ilham.

Silvia malah menatap pak Ilham dengan tatapan nakal sambil mengelus paha dan mulutnya bermain-main di k0ntol pak Ilham. Pak Ilham semakin terangsang dengan tatapan itu, apalagi Silvia menambah permainan dengan mengusapkan payudaranya yg sekal ke paha Pak Ilham, sehingga Pak Ilham semakin tersiksa. Dengan pelan-pelan Silvia menurunkan celana dalam Pak Ilham.

“Wuaaa.. Besar banget, apa nggak sakit nanti kena k0ntol sebesar ini” batin Zilvia ketika K0ntol Pak Ilham keluar dari sarangnya.

Dengan lembut dikocoknya k0ntol itu pelan-pelan. Pak Ilham hanya bisa mengelus-elus rambut kepala Silvia ketika Silvia sedang bermain-main dengan k0ntol besarnya. Bau khas selangkangan laki-laki segera tercium oleh Silvia..

“Ohh.. enak banget kocokanmu via.. “ Tangan lembut Silvia terus mengocok k0ntol besar Pak Ilham. hhhhhbbkeras, sehingga mengacung ke atas.

Lalu dengan tatapan nakal kearah Pak Ilham Lagi Silvia mulai menjilat-jilat kepala k0ntol yg agak kemerahan itu. Pak Ilham pun semakin kelonjotan menerima perlakukan nakal Silvia itu.

“Ahhh… Ngill…llu enak..” desis Pak Ilham

“Uhh.. Terus sayanngggg.. ngggg Mhmmm..En.. nakk..” saking enaknya pantat Pak Ilham pun ikut bergerak-gerak.

Jilatan Silviapun pindah ke batang k0ntolnya yg hitam legam itu. Sangat kontras dengan kulit kulit wajah Silvia yg putih mulus. Silviapun heran kenapa batang k0ntol ini bisa hitam legam gini, padahal kulit Pak Ilham gak hitam cenderung ke putih bahkan. Seluruh batang k0ntol itu dijilatinya, lalu kembali lagi ke kepala k0ntol yg seperti jamur itu. Silvia tau dari suaminya dulu kalau titik kenikmatan dik0ntol itu paling banyak dibagian kepala terutama bagian atas leher kepala k0ntol yg bergerigi ini. Sehingga jilatan Silvia pun lebih banyak mengarah kesitu.

“Uahhh… Uhh… “ Pak Ilham mengelinjang keenakan ketika Silvia memutar lidahnya di sekitar leher k0ntol itu.

Silvia melakukan berulang-ulang dan kemudian dibukanya mulutnya lebar-lebar dan dikelomohinya kepala k0ntol itu.

“Ahhh.. Ahh.. Uhhh..” Pak Ilham kelonjotan menerima kuluman di kepala k0ntolnya
“ahhh.. enak banget kulumanmu sayang.. teruss.. enak banget..” guman Pak Ilham.

Silvia terus mengulum kepala k0ntol itu dan berusaha memasukkan lebih dalam lagi, namun karena panjangnya k0ntol itu dan k0ntol itu juga cukup tebal membuat silvia kesulitan..

“Mhmmmm.. Mhmmm… Slurppp.. “Suara mulut silvia mengocok kepala k0ntol Pak Ilham menambah rangsangan bagi Pak Ilham..

K0ntolnya jadi gatal-gatal nikmat tertama dibagian kepalanya, apalagi tangan silvia juga aktif mengocok bagian batangnya, Kenikmatannya jadi berlipat-lipat.

Mmmmhh… Slurppppp… air liur silvia menetes-netes dan silvia terus berusaha mengulum dan menyedot-nyedot k0ntol pak Ilham..

“Uhh..” Pak Ilham makin kelonjotan menerima perlakukan Silvia..apalagi silvia menambah rangsangan dengan menyepong k0ntol Pak Ilham sambil menatapnya dengan tatapan menggoda.

Sesekali Silvia menjilat dan melumat KIwang Zakar pak Ilham. KIwang Zakar yg awalnya mengkerut kedinginan kini sudah mulai menggelantung. Silvia mengemut kIwang Zakar itu seolah memompa sperma Pak Ilham untuk segera keluar.

Ihhh.. Shhh… Uhhhhhhh… Gak Tahan disitu Via,… Rintih Pak Ilham

Silvia kembali mengelomohi kepala k0ntol itu sambil tangannya mengocok dengan semakin cepat.. kadang kepala k0ntol itu disedotnya..

“Ohhh.. Sayang.. enak kali lumatanmu sayy…kontolku makin gak kuat….Hookhh…” Pak Ilham semakin meracau kenikmatan. Lima Menit sudah Silvia menyepong k0ntol Pak Ilham dan Pak Ilham semakin merasakan dorongan ingin ejakulasi. Tangannya pun memegang kepala Silvia ditekannya agar k0ntolnya masuk semakin dalam ke mulut Silvia. Silvia yg merasakan kedutan k0ntol Pak Ilham segera tahu kalo bentar lagi pasti k0ntol ini nymprot, Namun pegangan kuat tangan Pak Ilham dikepalanya membuat Silvia semakin susah melepas K0ntol itu, dimainkannya lidahnya sehingga Pak Ilham semakin kelonjotan menerima permainan lidah Silvia.. Tau keadaan itu Silvia mempercepat kocokan k0ntol Pak Ilham dengan mulutnya maupun tangannya..

“Ahhhhhhh…. Uhh….Haaaaaaaaahhhhhh Ughhhhhh “ Teriak Pak Ilham Keenakan dibarengi dengan kedutan k0ntolnya yg makin kencang diikuti semprotan sperma dari ujung k0ntolnya yg cukup banyak di mulutnya.

Croott.. Croot.. Croot.. Crot. Crit….!!!! 6 kali semprotan sampai tak tertampung dimulut Silvia yg sudah dipenuhi k0ntol Pak Ilham sebagian meluber dipinggir bibirnya. Dibiarkannya penik lemes itu tetap didalam mulutnya sampai dirasakannya orgasme Pak Ilham mulai reda. Kedutan di batang k0ntol itupun sudah mulai berkurang dan pelan-pelan k0ntol yg keras kini jadi agak lember.

Dikeluarkan k0ntolnya Pak Ilham dari mulutnya, dan dengan tatapan lembut namun seksi Silvia memperlihatkan kalau ia menelan semua Sperma Pak Ilham yg ada dimulutnya. Lidahnya pun berusaha membersihkan sisa-sia sperma yg belepotan di bibirnya. Pak Ilham pun menatap puas wajah Silvia, apalagi kemudia Silvia kembali menyepong Pak Ilham untuk membersihkan sisa-sisa sperma yg masih ada di K0ntolnya..

“Uhhh.. ngiluuu Silvi… “ erang Pak Ilham ketika mencoba mengocok lagi k0ntol pak Ilham dengan mulutnya. K0ntol itu lalu dilepaskan, walau sudah agak lemes namun k0ntol itu masih terlihat besar melengkung kebawah

Silvia kemudia berdiri dan Pak Ilham menyambutnya dengan ciuman dibibirnya sehingga sebagian sisa sperma yg ada dibibir Silvia Pindah ke mulut Pak Ilham..

“Seponganmu luar biasa sayang.., kontolku tak tahan.. “ kata pak Ilham kemudian.
“Kontol bapak juga luar biasa… mulutku sampai tak muat.. baru kali ini aku tahu ada kontol segedhe ini. Seperti kontol bintang bokep.. hihihi“ jawab Silvia.

Pak Ilham tersenyum.

“ Aku juga baru kali ini disepong dan bisa keluar dimulut, padahal baru lima menit. Kamu benar-benar menggairahkan sayang. Bolehkah seteah ini aku menikmati memek kamu sayang?”

Silvia membalas dengan senyuman paling manis yg ia miliki.

“ Akupun ingin mencoba kontol ini di memekku sayang.. “ katanya sambil mengelus batang k0ntol yg udah lemes itu.

“Dia harus istirahat sebentar say, tapi aku yakin sebentar saja kamu pasti bisa buat dia berdiri” kata Pak Ilham yg kemudian mencium bibir Silvia sekali lagi sambil tangannya membelai payudaranya.
“Mmmmpph.. kita mandi yookk”

Selanjutnya mereka berdua saling memandikan dibawah guyuran shower hotel itu. Lagi-lagi Pak Ilham mengagumi kemolekan tubuh Silvia, semuanya sangat proporsional, Dadanya tdk besar namun tdk kebesaran kalau dibanding dengan tubuhnya. Tdk lembek, kencang namun lembut dengan punting masih mengantung tinggi. Tinggi badan Silvia 160, ramping namun seksi. Bentuk pingul sampai ke pantatnya sangat indah dan pantatnya juga sangat kencang. Pak Ilham sampai gemas menyabuni pantat Silvia yg bulat itu.

Selesai mandi Pak Ilham memakai handuk dan kembali ke ranjang merebahkan badannya sementara Silvia masih mengeringkan badannya dengan handuk piyamanya, rambutnya yg basah di keringkannya dengan hairdryer dikamar mandi. Di depan kaca ia melihat cupangan-cupangan kecil di atas dadanya. Ia sendiri terangsang melihat ganasnya cupangan Pak Ilham dan rangsangan Pak Ilham didadanya memang begitu menggairahkan.

Sementara Pak Ilham terbaring di ranjangnya masih membaygkan kenikmatan sepongan Silvia barusan. Ia sendiri kembali terangsang namun agaknya k0ntolnya masih susah berdiri dengan sempurna. Itulah kelemahannya, kalau sudah ejakulasi maka ia membutuhkan istirahat yg agak lama, paling tdk 1 jam untuk bisa ML lagi dengan baik. Ia berpikir untuk mengajak Silvia sampai malam nanti, mungkin bisa diajaknya karaoke, atau sekedar menikmati music di night clup. Tapi apa Andre mengijinkanya, sementara Silvia ini sebenarnya sudah dikontrak Andre sampai malam nanti.

“ah yg penting aku nikmati sekarang, lain kali aku bisa memboking dia sepuasnya.,” guman Pak Ilham kemudian.

Silvia keluar kamar mandi hanya memakai handuk piyama kemudian duduk dipinggir ranjang pak Ilham. Tapi kemudian Pak Ilham menariknya untuk berbaring disampingnya, Silviapun pun berbaring dilengan Pak Ilham dan tangannya kemudian mengelus dada bidang Pak Ilham yg dipenuhi bulu itu.

“Via, kalau suatu saat nanti aku membokingmu dalam waktu yg lama bisa gak, Kayak Andre itu? Tanya Pak Ilham.
“Emm.. gimana ya pak, sebenarnya saya ini terikat kerja sama pak Toni, saya masih kerja di tempat Pak Toni saya takut nggak diijinkan.” Jawab Silvia atau yg sebenarnya bernama Sani itu.
“Ah.. Pak Toni kan juga teman bisnisku, aku nanti yg minta ijin ke dia..gimana kamu mau kan?”
“Belum tau pak, saya masih belum ketemu sama Pak Toni.”
“Atau saya telpon pak Toni sekarang?”
“Jangan pak, nanti Pak Toni marah, karena saya kan sebenarnya diminta Pak Toni nemeni pak Andre, kalau sekarang dia tahu saya lagi sama bapak bisa marah nanti dia.” Jawab Silvia kemudian
“Aku jamin tdk, Pak Toni itu juga teman baikku, dan bukannya aku yg minta kamu sama Andre, dan Andre juga mengijinkamu.

Sekarang tinggal kamu aja gimana mau atau tdk kalo kapan-kapan lagi aku boking kamu” Kata Pak Ilham.

Silvia Cuma diam, sebenarnya dia merenung tentang dirinya sekarang. Sebelumnya dia telah menjadi simpanan Pak Marto, kemudian atas permintaan Pak Toni bos tempat dia kerja memintanya menemani teman bisnisnya, Pak Andre, Sekarang dia lagi sama Pak Ilham. Apakah dia sekarang memang benar-benar jadi pelacur? Tanyanya pada dirinya sendiri.

Dia pun tak tahu kenapa sekarang terjabak dalam dunia seperti ini. Sekarang mau menolak permintaan pak Ilham rasanya nggak enak. Dan dari kata-kata Pak Ilham sendiri ia mengira bahwa Pak Ilham memang menganggap dirinya lonte yg memang bisa di booking. Tapi toh.. ternyata dia memang sedang dibookingnya sekarang walau melalui pak Andre yg membokingnya lebih dulu.

“Gimana Silvia, kog diam aja?” tanya Pak Ilham mendesaknya.
“Saya bingung pak, sebenarnya saya ini..” sejenak Silvia bingung meneruskan kata-katanya.
“Kenapa apa kamu merasa saya nggak mampu bayar kamu?” tanya pak Ilham serius.

“Bukan itu pak. Saya ini sebenarnya bukan seperti perempuan yg seperti bapak kira, saya menemani pak Andre karena permintaan Pak Toni. Saya menghormati pak Toni karena telah banyak menolong saya sebelumnya.” Jawab Silvia kemudian. Diapun sebenarnya agak ragu mengungkapkan itu.

“Saya tahu, sebelum aku mengajakmu kesini Andre telah bercerita tentang kamu sebelumnya. Andre pernah liat kamu di dealer mobil pak Toni, dan berniat kencan sama kamu, tapi ternyata tak semudah yg dibaygkan Andre untuk bisa kencan sama kamu. Nah sekarang ini aku juga sedang meminta kamu, kalau kamu bersedia maka suatu saat aku akan mengajakmu. Dan saya akan minta ijin sama pak Toni” Kata Pak Ilham.

“Kita liat nanti ajalah lah pak, saya belum tahu juga.”

Pak Ilham tau Silvia ini masih ragu-ragu, namun ia yakin nanti dia pasti mau, sementara Silvia atau yg sebenarnya bernama Sani itupun ragu, apakah dia akan benar-benar terjun ke dunia seperti ini. Dan bukankah sekarang dia sudah melakukan itu. “kenapa aku nggak sekalian aja, toh sekarang aku sudah melakukannya?” Silvia bertanya pada siri sendiri. “ya udahlah, sudah terlanjur basah, aku harus menadi sekalian” Silvia kemudian memantabkan diri.

Tangannya yg awalnya cuma mengelus dada bidang pak Ilham sekarang mulai turun kebawah menelusup ke balik handuk yg masih dipakai Pak Ilham. Dicarinya K0ntol pak Ilham ditemukanya masih empuk namun besar. Dengan pelan di usapnya batang k0ntol pak Ilham dan dengan pelan juga k0ntol itu bereaksi mulai mengeras lagi.

Pak Ilham pun mencium bibir Silvia, melumatnya dan lidahnya berusaha mengorek mulut Silvia dan berusaha menjelajahi setiap rongga mulutnya. Silvia pun membalas ciuman itu dengan membuka mulutnya. Dibiarkannya lidah Pak Ilham bermain-main di rongga mulutnya dan memainkan lidahnya. Sesekali di sedotnya lidah Pak Ilham . Kadang gantiin juga lidah Silvia bermain di rongga mulut Pak Ilham, kadang dua lidah itu bertarung diluar mulut dibantu kedua bibir mereka sampai air liur mereka menetes dan belepotan di sekitar bibir mereka.

“Mmmhhppp”

Pelukan Pak Ilhampun semakin erat dan tangannya mulai menjelajahi payudara Silvia yg sekal, diremasnya secara bergantian kiri dan kanan sementara kedua mulut mereka masih berkaitan. Setelah puas menikmati bibir seksi Silvia ciuman Pak Ilham merembet kebawah keleher Silvia sebentar lalu hingga di payudaranya. Tangan Pak Ilham pun pelan-pelan menyibak kimono Silvia mengelus perutnya lalu hinggap di memek Silvia.

“Uhhh… “ Silvia melenguh dan menggeliat menerima rangsangan doble di susu dan memeknya.

Pak Ilham merasa memek Silvia sudah agak basah pertanda dia sudah terangsang. Dijilat-jilatnya kecil bagian punting susu Silvia yg langsung tegak mengacung menantang untuk dihisap. Punting berwarna merah kecoklatan denga aerola yg gak begitu lebar itu di kecupnya pelan, digigitnya dengan menggunakan bibirnya aja. Lalu di nikmatinya seluruh bongkahan payudara Silvia.

“Ahhh… Uhhhh” Tubuh Silvia menggelinjang ketika jari tengah pak Ilham mulai menyentuh bagian kelentitnya.

Tubuh Silvia bagaikan kesetrum sehingga bokongnya pun ikut menghentak-hentak. Bagian kelentit Silvia adalah bagian paling sensitif terhadap sentuhan, apalagi jari Pak Ilham terus mengusap-usap bagian itu disela bulu jembutnya yg nggak begitu lebat. Mulut Pak Ilham pun tak mau diam, disedot-sedotnya punting susu Silvia kadang digigit-gigit kecil menambah kenikmatan tersendiri bagi Silvia.

Memek Silvia pun makin banjir menerima perlakuan itu, jari Pak Ilham yg mulanya hanya bermain di kelentit Silvia pun kadang terpeleset ke lobang memek yg berada dibawahnya. Sehingga jari pak Ilham pun bermain di dua tempat itu, kadang mengusap kelentitnya kadang masuk e lobang memek itu. Begitu basahnya memek Silvia membuat Jari tengah pak Ilham dengan mudahnya menerobos lobang memek Silvia. Dibengkokkannya ke atas jari itu sehingga bisa menyentuh G Spot Silvia yg berada 2 cm loang memek silvia bagian atas. Pak Ilham merasakan ada sesuatu yg berigi dibagian itu, dan disentuhnya bagian itu, yg membuat Silvia kelonjotan keenakan sampai pantatnya terangkat keatas.

“Ohh.. Yes…. Yaa.. bagian ituu.. sayanngggg.. enak bangett..” rintih Silvia keenakan. Memeknya pun terasa semakin banjir.
“Enak sayang….Hmmmm.. enak aku giniinn..? Pak Ilham berusaha terus memainkan memek Silvia dengan jari tengahnya.

Terus di kobelnya memek Silvia. Silvia pun memejamkan matanya menikmatan rangsangan yg bergantian di tiga tempat sensitifnya.. Payudaranya, Kelentitnya dan G Spotnya..

Sekarang Pak Ilham menambah satu lagi jarinya yg masuk ke lobang memek Silvia dan ditusukkannya semakin dalam seolah ingin mengukur kedalaman memek Silvia. Dan Silvia pun berusaha mengangkat pantatnya tinggi-tinggi sehingga memudahkah jari telunjuk dan jadi tengah Pak Ilham masuk semakin dalam. Namum hingga mentok jarinya batas memek itu tak ditemukannya. Dengan jempolnya Pak Ilham juga terus memainnya kelentit Silvia sampai Silvia menggeliat-geliat keenakan..

“Ahhhh… Ughhhh..” silvia terus meracau kenikmatan. Pak Ilham pun mulai mengocok memeknya mulai dari pelan sampai akhirnya dengan kecepatan yg tinggi..
“Ohhh… Ahhhh…” Silvia terus berteriak keenakan, begitu keras suara lenguhan Silvia. Dan Memeknya pun semakin banjir sampai tangan Pak Ilham di penuhi lendir yg keluar dari memek Silvia.
“Memek kamu banjir sayannggg” kata Pak Ilham..
“Mmmpphh.. enak.. pakk..Uhh…”
“Masukin aja kontol bapakkk.. Via gak tahh..han..” Pinta Silvia.
“ayoo pakk.. cepet masukin.. Memek Via dah gatal pengin dimasukin kontol bapak yg besar ituu..”

Pak Ilham pun menarik tangannya dari memek Silvia. Lalu di rentangkannya paha Silvia lebar-lebar sehingga lobang memek Silvia pun terbuka. Diarahkannya K0ntol Pak Ilham ke lobang memek Silvia, di usapkannya ke kelentit silvia terlebih dahulu..

“Ahhh..enak pakkk” Lalu pelan-pelan di dorongnya k0ntolnya ke lobang memek Silvia, tp Pak Ilham kesusahan karena K0ntolnya belum keras benar.

K0ntolnya yg besar tp belum begitu keras susah masuk kelobang memek Silvia yg kecil. Tahu hal itu Silvia bangkit, diraihnya k0ntol Pak Ilham, dimintanya Pak Ilham rebah, lalu di kulumnya K0ntol itu.. Lidahnya bermain-main didalamnya..

“Uhh… paling suka aku disepongin gitu via..” kata pak Ilham ketika silvia mulai menaik turunkan kepalanya.
“Ahh… ngilu-ngilu enakk…Istriku jarang mau melakukan itu..”
“Mmppp.. Slurpp.. Slurpppp” suara sepongan silvia semakin merangsang Pak Ilham.

Selain nyepongin Pak Ilham tangan kiri Silvia pun keselangkangannya sendiri merangsang bagian kelentitnya..

“Mmmppp..hhhk.. ahhh.. Kontol bapak,, emang luar biasa besar… mmmpphh… slurpppp..” dihisapnya lendir pelumas yg juga mulai keluar dari ujung k0ntol pak Ilham, rasanya asin-asin.
“Uhhh.. Via.. aku juga ingin menghisap memekmuu..nih..” Silvia pun kemudian berbalik mengarahkan selangkangannya ke atas muka Pak Ilham.

Dan Pak Ilham dengan kedua jari jempolnya membuka lubang memek Silvia yg mengkilat karena lendir pelumas yg keluar. Dengan ujung lidahnya Pak Ilham menyentuh kelentit Silvia yg menonjol lalu menyapu bibir memek yg agak tebal kiri dan kanan.. kadang digigitnya bibir memek itu.. dan dengan bibirnya digigit-gigitnya kelentik Silvia.

Silvia yg lagi sibuk nyepongin k0ntol Pak Ilham kaget keenakan menerima gigitan dikelentitnya.. serta merta ditekannya memeknya ke mulut Pak Ilham sampai pak Ilham susah bernafas.. di gesek-gesekannya memeknya ke mulut pak Ilham. Lidah pak Ilham pun mulai menyeruak masuk ke lubang memek Silvia. Barang lembut itu berusaha menjelajahi lobang memek Silvia yg udah sangat banjir, sampai mulut Pak Ilham belepotan lendir kenikmatan memek Silvia. Sebagian yg masuk mulut di telannya. Rasanya agak asin.

Setelah dirasa k0ntol Pak Ilham keras, Silvia berbalik. Dikangkanginya selangkangan Pak Ilham dimana K0ntol Pak Ilham udah keras tegak berdiri.

“Aku masukin Kontol bapak ke memek via ya Pak..” pinta Silvia.

Dipegangnya k0ntol Pak Ilham dan di usap-usapkannya ke kelintitnya. Lalu diarahkannya ke ke lobang memeknya. Pelan-pelan diturunkan pantatnya sehingga k0ntol pak Ilham pelan-pelan menyeruak masuk kelobang memeknya..begitu mudahnya k0ntol itu masuk walaupun lobang memek Silvia masih kecil karena memang memek Silvia udah banjir karena terangsang hebat.

“Ahhhh…..” Silvia memejamkan matanya menikmati saat-saat K0ntol itu menyeruak masuk ke lobang memeknya sampai kandas semua tertelan memeknya.

Terasa ada sesuatu yg besar dan keras menganjal di lobang memeknya. Dibiarkannya K0ntol itu di memeknya sebentar. Sambil menikmati kerasnya k0ntol pak Ilham, Silvia melakukan kegel berulang-ulang. Pak Ilham keenakan menikmati kegel Silvia.

“Uhhh..ternyata enak sekali memekmu via.. begitu sempit dan serasa cengkeram kontolku.”

Silvia masih belum mengocok k0ntol itu dengan memeknya. Dia masih melakukan kegel.

“Ah.. terus via.. gituuu.. terus enak banget memekku.. “

Kedutan memek Silvia dibalas oleh Pak Ilham yg juga berusaha melakukan kegel, sehingga K0ntolnya serasa berdenyut-denyut. Apalagi k0ntol pak Ilham besar dan berurat, silvia pun keenakan menerima kedutan k0ntol Pak Ilham. Beberapa lama mereka melakukan itu, sampai akhirnya Silvia pelan-pelan mulai mengangkat pantatnya pelan-pelan kemudian menurunkan lagi pelan-pelan. Dia menikmati setiap sentuhan k0ntol Pak Ilham di dinding memeknya.

“Uhhh… Oh…Kontol bapak enakk banget..uhhh” rintih Silvia.

Makin lama gerakan naik turun pantat Silvia makin cepat dan hujaman pantat itu juga makin keras hingga menimbulkan suara ‘..plak..plak.. plak..’

“Ahhh… ahhh.. ahhh..” Gesekan k0ntol itu menimbulkan kenikmatan tersendiri di memek Silvia..

Dan Pak Ilham pun merasa nikmat luar biasa, serasa k0ntolnya di selimuti sesuatu yg lembut dan hangat yg terus bergerak-gerak meremas k0ntolnya. Gerakan Silvia pun semakin liar sehingga Payudaranya ikut memantul-mantul menjadi pemandangan yg sangat indah. Tak tahan tangan Pak Ilham segera meraih barang kenyal itu dan meremas-remasnya. Rangsangan yg sangat luar biasa membuat silvia juga ikut membantu meremas Susunya sendiri..

“Uahh.. Ahhh.. Ahhh.. Aku gak tahan pakkkk..” Lenguh Silvia, rasa gatal nikmat dimemeknya makin kuat, sementara payudara juga makin nikmat menerima remasan tangan Pak Ilham..
“lebih kerass.. pakkk” Silvia meminta Pak Ilham meremas Payudara lebih keras, sementara itu goygan pantatnya berubah menjadi maju mundur dengan cepat.

Dengan goygan itu, sentuhan tulang kemaluan Pak Ilham ke kelentit Silvia menimbulkan nikmat yg luar biasa. Apalagi k0ntol Besar Pak Ilham kadang juga mampu menyentuh area G spot Silvia di atas lobang memeknya.

10 menit melakukan itu silvia merasa hampir mencapai puncaknya.. sehingga dia tiba-tiba memeluk Pak Ilham dan pantatnya terus digerakan naik turun dengan cepat lalu di tekan sambil digesekkannya dengan kuat. Sekejab kemudian Silvia mencapai Orgasme yg hebat, sampai tubuhnya menghentak-hentak. Degub jantungnya menjadi cepat. Begitu hebatnya Orgasme itu sampai tangan Silvia mencengkeram dengan kuat pungung Pak Ilham, dan tanpa disadarnya dia menggigit kuat pundak Pak Ilham. Pak Ilham hanya bisa menahan sakit itu sebentar.

“Ohhh… enak banget pak..” desis Silvia sambil menikmati sisa-sisa orgasme. Memeknya berkedut-kedut sehingga menimbulkan sensasi enak di k0ntol Pak Ilham. Silvia masih diem menindih tubuh pak Ilham.
“Mmmhhh.. aku dah klimax sayang..” kata Silvia kemudian.
“Gantian ya aku dibawah.” Pinta Silvia lalu membalikkan badannya dan gantian tidur telentang.

Pak Ilham lalu bangun dan mengangkankan selangkangan Silvia lebar-lebar. Dipegangnya k0ntolnya lalu dimasukkan dengan cepat ke Memek Silvia..

“SShhhh… Auuuuuu “ pekik Silvia
“Kenapa Syg” Tanya Pal Ilham..
“enak, tapi ngilu pak”

Dengan bertumpu kedua tangannya Pak Ilham mulai memompa dengan gaya missionaris tapi kaki Silvia menjepit pantat Pak Ilham dan tanganya pun ikut menekan menghentikan Pompaan k0ntol Pak Ilham..

“Uhhhh.. masih ngilu pakkkk” Desis Silvia..
“Ya udah istirahat bentar ya. Tp biar k0ntol ini didalam ya” kata pak Ilham yg kemudian menindih memeluk silvia.

Dilumatnya lagi bibir Silvia dan Silvia pun mencium bau memeknya sendiri di mulut Pak Ilham. Meraka saling berciuman begitu lama, dan pak Ilham sambil berciuman mulai menggerakkan pantatnya pelan-pelan, setelah dirasa ngilu Silvia mulai reda Pak Ilham mulai menambah kecepatan

“ahhhhh… ahhhhhh” jerit Silvia setiap kali k0ntol Pak Ilham menghujam masuk ke memeknya.

Pak Ilham kembali ke Gaya missionaris dan mulai menggoygkan pantatnya. K0ntolnya dengan mantab keluar masuk di lobang memek Silvia.

Pruttt,..pruttt..pruttt…. lobang memek silvia yg sempit dan k0ntol pak Ilham yg besar menimbulkan suara yg unik. Silvia maupun pak Ilham merakan kenikmatan yg luar biasa. Gerakan Pak Ilham pun semakin cepat. Efek Orgasme waktu di sepong Silvia tadi membuat kali ini dia mampu bertahan lebih lama. Namun sempitnya memek Silvia membuat dia merasa akan segera mencapai klimak. Padahal ia ingin menikmati memek Silvia lebih lama. Serta merta pak Ilham menghentikan genjotannya.

“Ahhhhhhhhh…Kontol bapak benar-benar luar biasa..memek via sampe senut-senut.”

“Memek kamu juga hebat sayang..aku sebenarnya gak tahan tapi ingin menikmati memekmu lebih lama” kata Ilham.

Lalu tanpa melepas kontolnya ditariknya Silvia untuk duduk dipangkuannya, Silvia tahu maka ia segera menaik turunkan pantatnya. Pak Ilham segera melahap payudara Silvia yg terpampang didepannya. Mereka ML sambil duduk dan mereka bisa melihat diri mereka sendiri dari cermin yg ada di dinding dekat ranjang, dan melihat betapa seksinya mereka berdua ML dengan cara itu.

Bibir mereka kemudian saling berciuman dan Silvia tetap menggoygkan pantatnya. Ketika Pak Ilham mau klimax maka tanganya menekan pantat Silvia sehingga silvia menghentikan gerakan pantatnya, lalu mereka kembali berciuman. Begitu geloran pak Ilham mereda Silvia menggerakan lagi pantatnya, ketika hampir klimak berhenti lagi sehingga pak Ilham merasa nikmat luar biasa.

“ahhhh.. kamu memang pinter sayaannggg..” rintih pak Ilham
“Bapak puas.. kann”
“Iyaaa… aku pasti sangat puas ngentot sama kamu sayyy” kata pak Ilham kemudian..
“Via pengin di entot dari belakang pak..”
“Aku juga sayy” jawab Pak Ilham..

Silvia pun melepas k0ntol Pak Ilham dan mulai menempatkan diri dengan menunging di pinggir ranjang. Pak Ilham pun turun dari ranjang dan siap menusuk Silvia sambil berdiri. Dilihatnya bongkahan bokong putih Silvia.. dielus-elusnya sebentar lalu dibimbingnya k0ntolnya ke arah lubang memek Silvia. Pelan-pelan dimasukkannya k0ntol itu..

“ahhhhh….” rintinh Silvia ketika k0ntol itu menyeruak masuk ke memeknya.

Belum sempat melakukan kegel Pak Ilham udah mulai memompa k0ntolnya keluar masuk. Namun baru semenit dia berhenti…

“Ohhhhh,, aku gak tahan say..” Silvia merasakan k0ntol pak Ilham berkedut, sepertinya pak Ilham sedang menahan arus orgamenya.

Pak Ilham pun sebenarnya sudah merasakan spermanya udah di ujung k0ntolnya. Karena keinginan bisa ML lebih lama dengan Silvia membuat dia coba menahannya. Setelah desakan orgasme itu agak reda, pak Ilham mencoba mengerakan lagi pantatnya, namun baru 3 kali sodokan arus orgasme itu kembali melanda, dia mencoba berhenti tapi sepertinya bendungan yg ia buat dibatang k0ntolnya tak mampu menampung arus sperma yg mendesak ingin menyembur keluar. Apalagi saat berhenti Silvia melakukan kegel seperti mengurut k0ntol pak Ilham, sehingga jebollah pertahanan Pak Ilham. Akhirnya dengan hujaman keras kedalam memek Silvia, k0ntol Pak Ilham muntah menyemprotkan Sperma ke dalam rahim Silvia..

“Aaaaaaaahhhhhhhhhhhhh”

Croooooottt… Crooott… Critttt

“Uhhhhhhhhh” Rintih Pak Ilham ketika orgasme itu melandanya.

Walaupun ini Orgasme kedua setelah di sepong silvia tapi kali ini juga tak kalah hebatnya dengan Orgasme pertama tadi, bahkan kali ini lebih nikmat lagi karena orgame dalam memek Silvia yg selalu berkedut, seperti memeras semua sperma Pak Ilham.. Tubuh Pak Ilham sampai bergetar menikmati ejakulasi kali ini, akhirnya dipelukknya tubuh silvia dari belakang dan remasnya Payudara Silvia. Silvia pun membiarkan sampai arus orgasme Pak Ilham mulai reda. Dan perlahan-lahan k0ntol Pak Ilham mulai lembek dan mengecil.

“Ohhh..luar biasa enak memekmu via..” bisik pak Ilham di telinga silvia lalu ambruk disampingnya.

Silvia merasa sperma Pak Ilham merember di memeknya dan menetes di Sprei ranjang itu. Silvia kemudian memeluk dan mencium pipi pak Ilham kaki mengapit kaki pak Pak Ilham dan dibiarkannya sperma yg belepotan di memeknya menempel juga diperut kiri pak Ilham. Bau khas Sperma dan keringat mereka bercampur jadi satu.

Pak Ilham memejamkan matanya menikmati sensasi orgasme yg baru dia rasakan. Sekitar 5 menit mereka berdiam dan benar-benar relax. Lalu pak Ilham bangun dan melihat jam udah jam 4 sore. “ah masih ada waktu satu jam lagi” pikir Pak Ilham. Dia sebelumnya berjanji mengembalikan Silvia jam 5 sore. Di kecupnya bibir Silvia yg tidur disamping, Silvia pun membuka mata dan tersenyum manis pada Pak Ilham.

“Aku sangat puas ngentotin kamu via.. makasih ya.. kali ini aku mendapatkan pengalaman ML terbaik dalam hidupku” kata pak Ilham sambil mengusap rambut Silvia yg agak acak-acakan.
“Aku pun puas pak” Jawab Silvia.

Updated: June 8, 2016 — 4:52 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lendir © 2015 Frontier Theme