Agen Poker Domino qq - Judi QiuQiu - Capsa Bandar Kiu Online betting bola, agen bola, judi bola, bola online, situs judi bola Agen Domino QQ, Qiu Qiu Online, Domino Online, Agen Poker, Poker Online, Judi Poker, Judi Domino

Cerita Sex: Suami Ibu Angkat Ku

Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex – Suami Ibu Angkat Ku terbaru 2016cerita-sex-suami-ibu-angkat-ku

Cerita Sex Terbaru | Aku tinggal dengan ibu angkatku, yg sebelumnya adalah majikanku. Aku berhasil menyelesaikan sekolahku lewat paket kejar C sehingga paling gak aku punya ijasah sekolah menengah walaupun tdk melalui sekolah formal. Maklumlah, biaya sekolah kan mahal sekali, jadi ya dipakailah segala cara dengan biaya minim tapi bisa mendapatkan ijasah formal. Selanjutnya aku mengambil kursus komputer dan bahasa inggris.

Aku sekarang ini bekerja di satu kantor milik suami ibu angkatku sebagai tenaga admin. Aku berusaha bekerja sebaik mungkin untuk menunjukkan pada ke 2 ortu baruku bahwa aku bukan manusia benalu, apa yg aku pake untuk hidup sebagian adalah hasil jerih payahku sendiri. Mereka menghargai usahaku untuk terus meningkatkan diri, sehingga praktis tdk ada hambatan yg berarti dalam bekerja walaupun aku nol pengalaman. Paling tdk gak ada yg komplain tentang hasil kerjaku selama ini, aku pikir ya memenuhi standardlah hasilnya.

Bapak (suami ibu angkatku) baik kepadaku, selalu memberi perhatian penuh selama dikantor dan dirumah. Aku tdk merasa ada ketdk wajaran dalam hubungan kami selama ini. Sampai suatu hari ibu harus menengok sodaranya yg sakit diluar kota untuk beberapa hari. Tinggallah aku berdua bapak dirumah. Bapak umurnya memang lebih muda dari ibu, tapi gak kelihatan karena orangnya memang berwibawa baik dikantor maupun dirumah.

Hari itu jumat malem, kami berdua santai saja sepulang kantor. Bapak mengajakku makan di resto sebelum pulang, dirumah kan gak ada yg masak, jadi gak ada makanan. Kalo nasi saja sih aku bisa nyiapin, tinggal masak pake rice cooker. Lauknya yg aku gak bsa masaknya. Malem itu bapak lebi romantis, sehabis makan dia mengajakku ke mal, di mal aku digandeng-gandengnya. Dia membelikanku pakean, satu hal yg gak pernah dilakukan selama ini karena aku selalu membeli sendiri pakeanku.

“Wah bapak kok royal sih malem ini, dah traktir Maya makan, eh beliin baju lagi”.
“Sekali-kali kan bole dong, napa kamu keberatan?
“Ya enggak lah pak, masak dimanja2in bapak sendiri keberatan”.
“Tu cowok yg sering jemput-jemput kamu pacar ya May?.
“Iya pak, gantengkan”.
“Gantengan juga aku”, candanya.
“Iyalah, bapak lebih mateng”.
“Kalo mateng bentar lagi bonyok dong”.
“Kok bonyok pak”.
“Iya pepaya kalo dah mateng kan sering bonyok jadinya kalo dipotong”. Aku tertawa mendengar candanya.
“Kalo jalan ma dia pacaran ya May”. Aku hanya mengangguk.
“Ngapain ja pacarannya”. “Ih bapak kok nanya2 yg privat si”.
“O gak boleh toh, sori deh”,
“Bukannya gak boleh pak, Maya malu ja”.
“Napa mesti malu, ya wajarkan kalo lelaki dan prempuan yg saling suka pacaran, aku cuma pengen tau ja kamu ngapain kalo pacaran”.
“Ya biasalah pak, gimana si kebiasaan orang pacaran”.
“Ciuman?” Aku mengangguk.”Sembari ramah?” “Ramah?” tanyaku gak ngerti.
“Iya pasti cowok kamu ramah deh, kamu kan seksi gini. Rajin menjamah”. Aku tertawa lagi.
“Ramah ya May”. Aku kembali menggangguk.

Memang cowokku kalo ciuman selalu ngeremes toketku, malah akhir-akhir ini sering menguyel-uyel it ilku sampe aku klimax.

“Asik dong, setelah ramah?” aku diem, aku malu kalo harus crita bahwa cowokku sering ngen totin aku kalo dah sama-sama napsu.
“Kok diem May, kamu dah ngelakuin ya ma cowok kamu”. Aku cuma mengangguk aja.
“Gitu ja malu. Kalo dah napsu ya ngen totlah. Nikmat ya May”, Aku ucuma mengangguk lagi.
“Gede gak kon tolnya”. Pertanyaannya makin menjurus dan vulgar.
“Rasanya gede pak”.
“Kok rasanya?”
“Iya kan Maya belon pernah liat yg laen selain punya cowok Maya”.
“Kamu ngelakuinnya dimana”
“Dia suka ngajak Maya ke motel pak”.
“6 jam dia kuat brapa kali”. Kok bapak tau kalo sewanya 6 jam, hayoo sering ke motel ya, pasti bawa abege ya pak”. Giliran dia yg senyum-senyum saja, dia tdk menjawab malah terus nanya,
“Maennya brapa kali May”.
“Seringnya 2 kali, pernah kalo dianya napsu banget ampe 3 kali”.
“Pake kondom?”
“enggak pak”.
“Kluar diluar?”.
“didalem”.
“Gak takut hamil?”
“Maya dikasi obat, kalo lagi subur habis maen Maya minum obatnya”.
“Bukan pil kb ya”.
“Bukan pak, katanya obat anti hamil emergency”.
“Baru tau aku, belinya dimana”.
“Wah bapak mo ngasi obatnya buat abege yg nemenin bapak di motel ya”. Dia hanya senyum-senyum saja.
“Kuat juga ya cowok kamu, bisa sampe 3 kali”.
“Iya pak, udahannya Maya ampe lemes deh”.
“Tapi nikmat kan”.
“Banget”.
“Mangnya dia lama ya maennya”.
“Yg ke 2 suka lama pak, Maya bisa beberapa kali klimax baru dia keluar. Makanya udahannya lemes deh”.
“Yg pertama?”
“Suka Maya isep sampe keluar di mulut”.
“Kamu telen”.
“Iya, disuruh sih, katanya gizinya tinggi”.
“Wah kamu dah pengalaman dong, jadi pengen”.
“Pengen apaan pak?.
“Pengen maen ma kamu”.
“Loh kok”.
“Iya gak apa kan, kamu kan bukan anak ibu, aku dah lama napsu kalo liat kamu, Kamu tu cantik, toket kamu lumayan gede lagi, pantes cowok kamu doyan ngeremesnya”.
“Bapak ah”. Kami dah sampe rumah, ngobrol itu kami lakukan sepanjang perjalanan pulang dari mal.

Aku segera masuk kamarku, mandi. Setelah itu aku keluar hanya mengenakan pakean rumahku, celana pendek dan kaos gombrong. saking gombrongnya sampe menutupi celana pendekku, kaya daster aja. Kebiasaanku dirumah aku gak pernah pake bra. Di ruang tengah kulihat bapak sedang duduk santai, dia juga dah mandi, juga pake celana pendek dan kaos oblong. Dia lagi nonton tv. aku duduk disebelahnya,

“Makasi ya pak buat pakeannya”.
“Dah dipas”.
“Udah pak, pas banget”.
“Nonton film asik yuk”.
“Film apaan pak”. Dia memasukkan dvd ke playernya dan menjalankannya.

Wah film bokep rupanya, abege thailand maen ma bule. aku tau dari text yg ekluar pake huruf yg kaya cacing gitu.

“Punya cowok kamu segede punya bule itu”.
“Ih gede banget ya pak, cowok Maya punya gak segede itu, jadi kecil kelihatannya kalo dibanding ma si bule”.
“Kecil ya kamu dah terkapar ya May, palagi yg besar”. Dia mulai memelukku dan mencium pipiku.

Geli rasanya pipiku tergeser kumisnya. Serenade wajib ah uh terdengardari pasangan yg lagi gelut di dvd. Napsuku mulai bangkit. Tangannya mulai bergerilya ke toketku, dielus-elusnya pentilku sehingga menjadi keras.

“May, kamu dah napsu ya, pentil kamu dah keras”.
“Bapak sih nakal”, kataku sambil mencubit pinggangnya.

Dia langsung mencium bibirku sambil meremas-remas toketku. Aku terdiam, napasku mulai memburu terengah. Aku bersandar di dadanya yg bidang. Dia mulai menciumi leherku sementara kedua toketku terus saja diremes-remes, sehingga napsuku makin berkobar. Kembali dia mengecup bibirku. Kubalas dengan ganas. Bibirku dikulumnya, lidahnya menjalar didalam mulutku sementara tanganku segera turun mencari penisnya. Kuusap-usap, terasa sekali penisnya sudah ngaceng berat, keras sekali, tanganku tak muat mengenggamnya, sungguh fantastis ukurannya.

“Pak, gede banget kon tolnya, kaya si bule aja”.
“Kalo mo liat, buka ja celanaku”. Segera celananya kubuka.

Dia berdiri sehingga celana pendeknya meluncur ke lantai. penisnya yg besar panjang itu nongol dari bagian atas CD nya. Kami kembali gelut.

Dia terus meremas-remas toketku sementara aku mengocok penisnya.

“Pak keras banget”, kataku sambil jongkok didepannya, melepas cdnya dan menciumi penisnya. Kubimbing penis dalam genggamanku ke mulutku , uuhh.. susah sekali memasukkannya karena ukurannya.

Terasa asin waktu lidahku menyentuh kepalanya, namun aku terus memasukkan lebih dalam ke mulutku lalu mulai memaju-mundurkan kepalaku. Selain mengemut tanganku turut aktif mengocok ataupun memijati biji pelirnya.

“Uaahh.. ennakk banget, kamu udah pengalaman yah” ceracaunya menikmati emutanku, penisnya kujilati seluruhnya kemudian kumasukkan ke mulutku, kukulum dan kuisep-isep. Kepalaku mengangguk-ngangguk mengeluar masukkan penisnya di mulutku.

Akhirnya dia gak tahan lagi. Aku ditariknya kekamarnya. Dilepaskannya celana pendek dan kaosku. Aku dibaringkannya diranjang hanya memake cd. Sambil terus meremas-remas toketku tangan satunya nyelip ke balik cd. Otomatis pahaku mengangkang, sehingga dia dengan mudah mempermainkan jembutku.

“Pak, geli”, erangku.
“Geli apa nikmat May”, tanyanya.
“Dua-duanya pak, Maya die ntot dong pak, udah kepengin banget nih”, kataku to the point.

CDku diplorotin, aku mengangkat pantatku untuk mempermudah dia melepas cdku.

“May kamu napsuin banget deh”, katanya.

Dia langsung saja menindihku. penisnya diarahkan ke belahan memekku yg sudah basah dan sedikit terbuka, lalu dia menekan penisnya sehingga kepala penisnya mulai menerobos masuk memekku. Aku mengerang sambil menggelepar merasakan kepala kon tolnya yg besar itu menerobos masuk. Baru kepalanya yg masuk aja dah sesek memekku jadinya, palagi kalo dia tancepin semuanya. Aku lupa bahwa yg lagi memasukkan kon tolnya ke memekku itu adalah suami ibu angkatku.

Lagi nikmat banget mana keinget yg begituan. Dia kembali menciumi bibirku. Lidahnya menjulur masuk mulutku lagi dan segera kuisep-isep. Sementara itu dia terus menekan pantatnya pelan-pelan sehinggga kepala penisnya masuk memekku makin dalam dan bless, penisnya sudah masuk setengahnya kedalam memekku.

“Aah, penis bapak nikmat banget deh”, erangku sambil mencengkeram punggungnya.

Kedua kakiku kulingkarkan di pinggangnya sehingga penis besarnya langsung ambles semuanya di memekku.

“Pak, ssh, enak pak, terusin”, erangku.

Aku menggeliat-geliat ketika dia mulai mengeluarmasukkan penisnya di memekku. Aku mengejang-ngejangkan memekku meremes-remes penisnya yg sedang keluar masuk itu.

“May, nikmat banget empotan memek kamu”, erangnya. Dia memelukku dan kembali menciumi bibirku, dengan menggebu-gebu bibirku dilumatnya, aku mengiringi permainan bibirnya dengan membalas mengulum bibirnya.

Terasa lidahnya menerobos masuk mulutku. Dia mengenjotkan penisnya keluar masuk makin cepat dan keras, aku menggeliatkan pinggulku mengiringi keluar masuknya penisnya di memekku. Setiap kali dia menancapkan penisnya dalam-dalam aku melenguh keenakan. Terasa banget penisnya menyesaki seluruh memekku sampe kedalem. Karena lenguhanku dia makin bernapsu mengenjotkan penisnya. Gak bisa cepet-cepet karena kakiku masih melingkar pinggangnya, tapi cukuplah untuk menimbulkan rangsang nikmat di memekku.

Kenikmatan terus berlangsung selama dia terus mengenjotkan penisnya keluar masuk, akhirnya aku gak tahan lagi. Jepitan kakiku di pinggangnya terlepas dan kukangkangkan lebar-lebar. Posisi ini mempermudah gerakan penisnya keluar masuk memekku dan rasanya masuk lebih dalam lagi. Tdk lama kemudian aku memeluk punggungnya makin keras

“Pak, Maya mau nyampe pak”.
“Kita bareng ya May”, katanya sambil mempercepat enjotannya.
“Pak, gak tahan lagi pak, Maya nyampe pak, aakh”, jeritku saking nikmatnya.

Kakiku kembali kelingkarkan di pinggangnya sehingga penisnya nancep dalam sekali di memekku. memekku otomatis mengejang-ngejang ketika aku nyampe sehingga bendungan pejunya bobol juga.cerita sex

“Akh May, aku ngecret”, dia mengerang sambil mengecretkan penjunya beberapa kali di memekku.

Dengan nafas yg terengah engah dan badan penuh dengan keringat, aku dipeluknya sementara penisnya masih tetep nancep di memekku. aku menikmati enaknya nyampe. Setelah gak ngos-ngossan, dia mencabut penisnya dari memekku.penisnya berlumuran lendir memekku dan pejunya sendiri. Dia berbaring disebelahku,

“May, kamu nikmat banget deh kalo die ntot. Kamu yg paling nikmat dari semua cewek yg pernah aku e ntot”, katanya sambil mengelus-ngelus pipiku.

“akhirnya ngaku juga kalo sering ngen totin abege”. Dia tersenyum,
“pantes ya cowok kamu demen banget ngen totin kamu, nikmat banget ternyata”.
“Pak Maya mo lagi dong”.
“So pasti May, aku juga belon puas ngen totin kamu”.
“Mangnya bapak bisa langsung ngaceng lagi, kan baru ngecret di memek Maya”.
“Kamu liat ja nanti”.

Dia keluar kamar, mengambilkan aku minuman. aku langsung mereguk habis minumannya. Dia mengambilkan lagi minuman dingin. Aku mereguknya habis.

“Mau lagi?”
“Cukup pak”. Kalo masi aus juga, aku pindahin ja dispensernya ke kamar”.

Dia kembali berbaring disebelahku, dia mengusap2 pahaku.

“Kamu cantik sekali, May”, katanya.

Tangannya pidah ke bukit memekku mempermainkan jembutku. Dia bisa melakukan itu karena aku mengangkangkan pahaku.

Tangannya terus menjalar ke atas ke pinggangku.

“Geli pak”, kataku ketika tangannya menggelitiki pinggangku. Aku menggeliat-geliat jadinya. Segera tangannya meremes-remes toketku.
”Toket kamu besar ya May, kenceng lagi”, katanya.
“Bapak suka kan”, jawabku.
“Ya May, aku suka sekali setiap inci dari tubuhmu”, jawabnya sambil terus meremes-remes toketku.

Segera dia mengecup bibirku, beralih ke leherku dan kemudian turun ke toketku.

Toketku diremes-remesnya, pentilku diemutnya. Tangan satunya langsung menerobos jembutku dan mengilik-ngilik i tilku.

“Aakh pak, pinter banget ngerangsang Maya”, erangku.

Aku terus mengangkangkan pahaku supaya kilikannya di i tilku makin terasa. Kilikan di i tilku membuat aku makin liar. Tanganku mencari penisnya, kuremes dan kukocok2. penisnya langsung tegak berdiri dengan kerasnya. penisnya kuraih, aku jilati. Pertama cuma kepalanya aku masukkan ke mulutku dan kuemut-emut. Dia meraih pantatku dan menarik aku menelungkup diatasnya.

Dia mulai menjilati memekku,aku menggelinjang setiap kali dia mengecup bibir memekku. Dengan kedua tangannya, dia membuka memekku pelan-pelan, terasa lidahnya menjulur menjilati bagian dalam bibir memekku. Aku melepaskan emutanku di penisnya dan mengerang hebat,

“Pak aakh”. Pantatku menggelinjang sehingga mulutnya melekat erat di memekku.
“Terus pak aakh”, erangku lagi, kemudian terasa i tilku yg menjadi sasaran berikutnya, aku makin mengerang keenakan. memekku makin kebanjiran lendir yg terus merembes, soalnya aku udah napsu banget.

Cukup lama dia mengemut i tilku dan akhirnya

“Pak, Maya nyampe pak, aakh”, erangku.
“Pak nikmat banget deh, belum die ntot udah nikmat begini paak”. Aku memutar badanku kesamping dan berbaring disebelahnya. Dia bangun dan mencium bibirku.

Dia mengambil minuman dingin dan diberikannya kepadaku. Aku minum untuk meredakan napasku yg ngos ngosan.

Kemudian aku dinaikainya, ditancapkannya penisnya kememekku dan didorongnya masuk pelan-pelan,

“Pak, enak, masukin semuanya pak, teken lagi pak, akh”, erangku merasakan nikmatnya penisnya nancep lagi di memekku.

Pak Anto mengenjotkan keluar masuk, ketika penisnya sudah nancep kira2 separonya, dia menggentakkan pantatnya kebawah sehingga langsung aja penisnya ambles semuanya di memekku.

“Pak, aakh”, erangku penuh nikmat. Dia mengenjotkan penisnya keluar masuk makin cepet, sambil menciumi bibirku sampe akhirnya,
“Pak, Maya nyampe pak, ooh”, aku mengejang-ngejang saking nikmatnya. memekku otomatis ikut mengejang-ngejang.

Dia meringis-ringis keenakan karena penisnya diremes-remes memekku dengan keras, tapi dia masih perkasa. Kemudian dia mencabut penisnya dan minta aku nungging. Dia menciumi kedua bongkahan pantatku, dengan gemas dia menjilati dan mengusapi pantatku. Mulutnya terus merambat ke selangkanganku. Aku mendesis merasakan sensasi waktu lidahnya menyapu naik dari memekku ke arah pantatku.

Kedua jarinya membuka bibir memekku dan dia menjulurkan lidahnya menjilati bagian dalem memekku. Aku makin mendesah gak karuan, tubuhku menggelinjang. Ditengah kenikmatan itu, dia dengan cepat mengganti lidahnya dengan penisnya. Aku menahan napas sambil menggigit bibir ketika penis besarnya kembali nancep di memekku.

“Pak”, erangku ketika akhirnya penisnya ambles semuanya di memekku.

Dia mulai mengenjotkan penisnya keluar masuk, mula-mula pelan, makin lama makin cepat dan keras. Aku kembali mendesah-desah saking enaknya. Toketku diremes-remasnya dari belakang, tapi enjotan penisnya jalan terus.

Ditengah kenikmatan, dia mengganti posisi lagi, dia duduk di sofa yg ada dikamarnya dan aku duduk dipangkuannya membelakanginya. penisnya sudah nancep semuanya lagi di memekku. Aku mengangkat kedua tanganku dan melingkari lehernya, lalu menolehkan kepalaku sehingga dia langsung melumat bibirku. Aku semakin cepat menaik turunkan badanku sambil terus ciuman dengan liar. Tangannya gak bosen-bosennya ngeremes toketku. Pentilku yg sudah keras itu diplintir-plintirnya. Gerakanku main liar saja, aku makin tak terkendali menggerakkan badanku, kugerakkan badanku sekuat tenaga sehingga penisnya nancep dalem banget.

“Pak, Maya dah mau nyampe lagi pak, aduh pak, enak banget”, erangku.

Tau aku udah mau nyampe, dia mengangkat badanku dari pangkuannya sehingga penisnya yg masih perkasa lepas dari memekku.

“Kok brenti pak”, tanyaku protes.

Aku ditelentangkan lagi diranjang, aku dinaikkinya dan kembali ditancepkannya penisnya kedalam memekku. Dengan sekali enjot, penisnya sudah ambles semuanya. Dia mulai mengenjotkan penisnya keluar masuk dengan cepat. memekku mulai berkontraksi, mengejan, meremes-remes penisnya, tandanya aku dah hampir nyampe lagi. Dia makin gencar mengenjotkan penisnya, dan

“Pak, Maya nyampe pak, akh”, jeritku.

Diapun merasakan remesan memekku karena nyampe. enjotannya makin cepat saja sehingga akhirnya,

“May…” dia berteriak menyebut namaku dan terasa pejunya ngecret dengan derasnya di memekku.
“Pak, nikmat banget ya malem ini”, tanyaku.

Dia mencabut penisnya dan terkapar disebelahku. Tak lama kemudian aku terlelap karena lemes dan nikmat.

Aku terbangun karena sinar matahari yg menerangi kamar. Dia ternyata sudah rapi dan membangunkanku dengan membuka tirai jendela.

“Enak bener tidurnya May, Kita ke vila yuk, bisa berenang disana”.
“Vila? Bapak punya vila?”
“Punya temenku, aku dah berapa kali minjem”.
“buat ngen totin abege ya pak”.
“Tau aja kamu, punya bikini gak”.
“Gak punya pak”.
“Aku ada nih, tempo ari beliin buat abege yg aku bawa tapigak jadi dikasihin”.
“Bekas ya pak”.
“Baru gres, belon dipake”. Segera aku bangun, mandi dan sarapan seadanya.

Bersama bapak sebentar kemudian aku dah dimobilnya yg meluncur meninggalkan rumah. Sesampe di vila temennya yg ternyata hanya sedikti keluar kota, segera aku turun dari mobil. Vilanya kecil, cuma 1 kamar tidur dengan kamar mandi didalem, ruang tamu yg merangkap ruang keluarga dan ruang makan, serta dapur. Perabotan rumah ya standard aja, tempat tidur dan lemari dikamar, sofa 1 set, meja makan, lemari perabot, lemari es, oven, microwave, rice cooker, juicer, toaster dan mesin cuci serta meja strika dan strikaannya.

Di halaman belakang ada pool kecil dan saung yg tertutup rimbunnya pepohonan. Halaman belakang memang ada pager tembok yg tinggi sehingga cukup tertutup untuk melakukan aktivitas tanpa terlihat orang yg lewat. Aku mengenakan bikini yg dikasi bapak, tdk terlalu minim sehingga menyembunyikan jembutku agar tdk ngintip keluar. Aku berbaring didipan yg ada disaung. Bapak keluar vila dengan membawa makanan yg tadi dibeli dijalan dan minuman. langsung kucicipi. Dia kembali masuk ekdalam vila, katanya mo beres-beres vila karena dah lama gak dipake. aku hanya berbaring saja melamun, lama2 kantuk kembali menyerangku, sehingga tanpa terasa aku tertidur lagi.

Tdk tau berapa lama aku tertidur, aku terbangun karena ada suara yg menggeser dipan disebelahku. Bapak tersenyum melihatku

“Sori, aku mengganggu tidurmu?”.
“Maya, kamu cantik dan seksi sekali pake bikini”, katanya memuji.

Kami terlibat dalam obrolan yg seru, ngantukku langsung hilang. Tanpa terasa sudah menjelang siang. Dia mengajakku makan siang,

“Aku dah nyiapin tuh di meja makan”.
“Wah bapak jadi kerja sendiri nih, Maya malah ketiduran disini”. “Gak apalah,
sekalian kembaliin stamina, kan bentar lagi mo tempur lagi”.

Selesai makan, dia mengajakku kembali ke saung.Kami berbaring didipan, 2 dipan yg disatuin cukup lebar buat kami.

“May, aku dah napsu liat badan kamu”, katanya.

Langsung kulirik selangkangannya, kelihatannya sudah mulai ngaceng karena kelihatan celana pendeknya ngegelembung. Dia mengelus-ngelus punggungku, terus tangannya pindah mengelus pahaku, merayap makin dalam sehingga menggosok
memekku dari luar CD bikiniku. Aku mengangkangkan pahaku sehingga jarinya
menggosok-gosok belahan memekku, tetap dari luar cd.

“Ssh pak”, erangku.
“May, dah pengen ya, sampe sh sh an gitu”, tanyanya sambil tersenyum, jarinya terus saja mengelus belahan memekku dari luar.

Dia mulai menjilati pahaku, jilatannya perlahan menjalar ketengah. Aku hanya dapat mencengkram sprei ketika kurasakan lidahnya yg tebal dan kasar itu menyusup ke pinggir cd bikiniku yg disingkirkan dengan jarinya lalu menyentuh bibir memekku.

Bukan hanya bibir memekku yg dijilatinya, tapi lidahnya juga masuk ke liang memekku, rasanya wuiihh..gak karuan, geli-geli enak. Tangannya yg terus mengelus paha dan pantatku mempercepat naiknya napsuku. Sesaat kemudian, dia menarik lepas ikatan cd bikiniku. Dia mendekap tubuhku dari belakang dalam posisi berbaring menyamping. Dengan lembut dia membelai permukaannya yg ditumbuhi jembut.

Sementara tangan yg satunya mulai naik ke toketku, darahku makin bergolak ketika telapak tangannya menyusup ke balik braku kemudian meremas toketku dengan gemasnya. Aku hanya terdiam dan meresapi dalam-dalam elusan-elusan pada daerah sensitifku. Dia makin getol, jari-jarinya kini bukan hanya mengelus memekku tapi juga mulai mengorek ngoreknya, cup bra-ku yg sebelah kanan diturunkannya sehingga dia dapat melihat jelas toketku dengan pentil yg sudah mengeras. Aku merasakan penis keras di balik celananya yg digesek- gesek pada pantatku. Dia meremas-remas toketku dan terkadang memilin-milin pentilnya.

Remasannya semakin kasar dan mulai meraih yg kiri setelah dia pelorotkan cup-nya. Ketika dia menciumi leherku, terasa olehku nafasnya juga sudahmemburu, bulu kudukku merinding waktu lidahnya menyapu kulit leherku disertai
kecupan. Aku hanya bisa meresponnya dengan mendesah dan merintih, bahkan menjerit pendek waktu remasannya pada toketku mengencang atau jarinya mengebor memekku lebih dalam. Kecupannya bergerak naik menuju mulutku meninggalkan jejak berupa air liur dan bekas gigitan di permukaan kulit yg dilalui.

Bibirnya akhirnya bertemu dengan bibirku menyumbat eranganku, dia menciumiku dengan gemas. Dia bergerak lebih cepat dan melumat bibirku. Mulutku mulai terbuka membiarkan lidahnya masuk, dia menyapu langit-langit mulutku dan menggelikitik lidahku dengan lidahnya sehingga lidahku pun turut beradu dengannya. Kami larut dalam birahi, aku memainkan lidahku di dalam mulutnya

Setelah puas berciuman, dia melepaskan dekapannya dan melepas kolor celana pendeknya. Maka menyembullah penisnya yg sudah ngaceng dari tadi. Akupun pelan-pelan meraih penisnya.

“Ayo May, emutin penisku” katanya.

Sementara tangannya yg bercokol di toketku sedang asyik memelintir dan memencet pentilku.

Tangan kanannya tetap saja mempermainkan memek dan i tilku. Aku menggelinjang gak karuan, tapi penisnya tetap saja aku emut. Aku hanya bisa melenguh tdk jelas karena mulutku penuh dengan penisnya yg besar.

“May, kita mulai aja ya. Aku udah gak tahan nih pengen menikmati lagi memek kamu”, katanya.

Dia menelentangkanku, ikatan braku dilepasnya dengan sekali tarikan. Dia mengambil posisi ditengah kangkanganku, penisnya yg besar dan keras diarahkannya ke memekku yg sudah makin basah. Aku menggeliat-GELIAT ketika kurasakan betapa besarnya penis yg menerobos masuk memekku pelan2. memekku berkontraksi kemasukan penis
gede itu.

“May, memek kamu peret banget”, katanya sambil terus menekan masuk penisnya pelan-pelan.

“Abis penis bapak besar sekali. memek Maya belum pernah kemasukan yg sebesar penis bapak, masukin terus pak, nikmaat banget deh rasanya”, jawabku sambil terus menggeliat.

Setengah penisnya telah masuk. Dan satu sentakan berikutnya, seluruh penisnya telah ada di dalam memekku. Aku hanya memejamkan mata dan menengadahkan muka saja karena sedang mengalami kenikmatan tiada tara.

Dia mulai mengenjotkan penisnya keluar masuk dengan pelan, makin lama makin cepat karena enjotannya makin lancar. Terasa memekku mengencang meremas penisnya yg nikmat banget itu. Tangannya mulai bergerilya ke arah
toketku. ToketKu diremas perlahan, seirama dengan enjotan penisnya di memekku.

Aku hanya menoleh ke kanan dan ke kiri, pinggulku mengikuti goygan pinggulnya. penisnya terus saja dikeluar masukkan mengisi seluruh relung memekku. Sambil mengenjotkan penisnya, dia mengemut pentilku yg keras dengan lembut.

Dimainkannya pentil kanan dengan lidahnya, namun seluruh permukaan bibirnya membentuk huruf O dan melekat di toketku. Ini semua membuat aku mendesah lepas, tak tertahan lagi. Dia mulai mempercepat enjotannya. Aku makin sering menegang, dan merintih,

“Ah… ah…” Dalam enjotannya yg begitu cepat dan intens, aku menjambak rambutnya,
“Aaahhh pak, Maya nyampee,” lenguhan panjang dan dalam keluar dari mulutku. Aku udah nyampe. Tanganku yg menjambak rambutnya itu pun terkulai lemas di pundaknya. Dia makin intens mengenjotkan penisnya.

Bibirku yg tak bisa menutup karena menahan kenikmatan itu pun dilumatnya, dan aku membalasnya dengan lumatan juga. Kami saling berpagut mesra sambil bergoyg. Tangan kanannya tetap berada ditoketku, meremas-remas, dan sesekali mempermainkan pentilku. Terasa memekku mencengkeram penis gedenya.

“Uhhh,” dia mengejang.

Satu pelukan erat, dan sentakan keras, penisnya menghujam keras ke dalam memekku, mengiringi ngecretnya pejunya. Tepat saat itu juga aku memeluknya erat sekali, mengejang, dan menjerit,

“Aahhh”. Kemudian pelukanku melemas. Aku nyampe untuk kedua kalinya, namun kali ini berbarengan dengan ngecretnya pejunya.

Setelah dengusan napas mereda, dia mencabut penisnya dari memekku dan terkapar disebelahku.

“Pak, penis bapak lemes aja udah gede, gak heran kalo ngaceng jadi gede banget. Bener kata temen Maya, makin gede penis yg masuk, makin nikmat rasanya”, kataku.
“Iya May, aku sering nge ntotin abege, tapi dengan kamu yg paling nikmat. memek kamu kenceng sekali njepit penisku dan empotannya luar biasa”, katanya memuji.

Aku cuma tersenyum, Tak lama kemudian aku terlelap. Lemes dan nikmat. Aku terbangun menjelang sore.

“Ayo mandi, abis itu kita cari makan”, katanya sambil masuk ke vila dan langsung menuju kamar mandi.

Gak lama kemudian dia sudah keluar dari kamar mandi dan giliranku untuk membersihkan diri. Setelah rapi berpakaian, dia mengajakku keluar, ternyata sudah gelap. Dia mencari tempat makan yg banyak terdapat sekitar vila. Santai saja kita makan malemnya, gak terasa telah lewat 2 jam di resto itu. Aku kenyg sekali karena bapak memesan cukup banyak makanan dan minuman. Habis makan dia mengajakku ke pub sederhana yg ada disebelah resto untuk melewatkan malam. Lewat tengah malam baru kami kembali ke vila.

Aku membuka pakaianku dan hanya mengenakan daleman yg tipis berbaring diranjang, diapun segera melepas pakaiannya meninggalkan cd nya saja dan berbaring disebelahku. kemudian tangannya mulai meremas-remas pantatku dengan gemas. setelah itu tangannya mulai menyusup ke dalam cdku dan meremas kembali pantatku dari dalam. Kemudian, dia mengangkat satu kakiku dan menahannya selagi tangan satunya meraih memekku.

“Ohh.. pak,” rintihku. kurasakan napsuku mulai naik, Jarinya dengan lincah menggosok-gosok lubang memekku yg mulai basah. Nafasku juga mulai cepat dan berat. ia membuka cdku dan membuka lebar-lebar pahaku sehingga memekku terpampang lebar untuk dijelajahi oleh tangannya.

Dengan sigap tangannya kembali meraih memekku dan meremasnya. Dia menjilati telingaku ketika tangannya mulai bermain dii tilku. Napsuku sudah tak tertahankan lagi.

Aku mulai mendesah-desah tak keruan. Jilatan maut di telingaku menambah nafsuku.

Dia terus menekan-nekan i tilku dari atas ke bawah. aku meracau tak karuan.

“Ahh..Shh.. pak” desahku bernafsu.

Jarinya dengan lihai menggosok-gosok dan menekan i tilku dengan berirama. Rasanya bagaikan melayg dan desahanku berubah menjadi rintihan kenikmatan. Tak sampai 15 menit kemudian, aku nyampe.

“Pak, nikmat banget, belum die ntot saja sudah nikmat,” desahku, tanganku meremas tangannya yg sedang bermain di i tilku dengan bernafsu.

Di luar perkiraanku, dia malah memperkeras dan mempercepat gerakannya. Dia merentangkan kedua pahaku. Kurasakan jilatan lidah di bibir memekku, rasa menggelitik yg luar biasa menyerang tubuhku. Jilatan itu menjalar ke i tilku, kurasakan gigitan lembut di i tilku yg kian merangsang napsuku. Aku melenguh keras disertai jeritan-jeritan kenikmatan yg seakan menyuruh dia untuk terus dan tak berhenti. Melihat reaksiku, dia terus menggesekan jarinya di liang memekku yg sudah membanjir. Tak kuasa menahan nikmat, aku pun mendesah keras terus-menerus. Aku meracau tdk beraturan.

Kemudian kurasakan sensasi yg luar biasa nikmatnya. Tak lama kemudian, memekku mengeluarkan cairan deras bening, aku nyampe untuk kedua kalinya.

“Pak, ooh”, lenguhku.

Dia membuka braku dan meremas toketku dengan sangat keras. Aku melenguh, kemudian pentilku yg menjadi sasaran berikutnya, dipilin dan dicubitnya pelan. Napsuku kembali berkobar, memekku kembali membasah,

“Pak, e ntotin Maya sekarang, Maya udah napsu banget pak”, erangku.

Diapun mencopot cdnya, penis besarnya sudah ngaceng berat mengangguk-ngangguk. Dia menggesekkan kepala penisnya ke bibir memekku yg sudah basah. Aku merasakan sensasi lebih daripada jilatan lidahnya di memekku sebelumnya hingga kutanggapi sensasi luar biasa itu dengan rintihan keras kenikmatan.

“Ahh! pak.. Ohh.. e ntotin Maya” racauku.

Dengan perlahan bapak memasukkan kepala penis ke dalam memekku, segera dia menyodok-nyodok penisnya dengan kuat dan keras di memekku. Rasanya nikmat sekali. Dia mendesah terus-menerus memuji kerapatan dan betapa enaknya memekku. penisnya yg panjang dan besar terasa menyodok bagian terdalam memekku hingga membuatku nyampe lagi.

“Pak, Maya nyampe, aakh nikmatnya”, erangku.

Kemudian dia membalikkan badanku yg telah lemas dan menusukkan penisnya ke dalam memekku dari belakang. Posisi doggie ini lebih nikmat karena terasa lebih menggosok dinding memekku yg masih sensitif.

“Oh Maya.. memekmu bagaikan sorga”. Akhirnya setelah menggenjotku selama setengah jam, dia ngecret didalam memekku.

Pejunya terasa dengan kuat menyemprot dinding memekku. Dia menjerit-jerit nikmat dan badannya mengejang-ngejang.

Tangannya dengan kuat meremas toketku dan menarik-narik pentilku. Setelah reda, dia berbaring di sebelahku dan menjilati pentilku. Pentilku disedot-sedot dan digerogotinya dengan gemas. Tampaknya dia ingin membuatku nyampe lagi.

Tangannya kembali menjelajahi memekku, namun kali ini jarinya masuk ke dalam memekku. Dia menekan-nekan dinding memekku. Ketika sampai pada suatu titik, badanku mengejang nikmat dan dia tampaknya senang sekali hingga jarinya kembali menggosok-gosok daerah rawan itu dan menekannya terus menerus.

Wow! Rasanya ajaib sekali! nikmatnya tak tertahankan. Ternyata itulah G-Spot. Aku tdk bertahan lama dan akhirnya nyampe lagi untuk kesekian kalinya. Badanku mengejang dan memekku kembali berlendir.

“Pak nikmat banget deh malem ini,lebih nikmat dari semalem”, kataku.

Pinter banget dia merangsang aku dan membuat aku nyampe, baik pake penisnya maupun pake jarinya. Segera akupun tertidur kelelahan.

Ketika aku terbangun hari udah siang, bapak masih saja mendengkur disampingku.

Aku bangun ke kekamar mandi untuk kencing, cuci muka dan sikat gigi. Ketika kembali ke ranjang dia masih saja mendengkur. Aku ngintip dibalik korden kamar, matahari udah tinggi juga. Aku melihat jam tanganku, udah jam 8 lewat. Korden kusibakkan, dia terbangun karena silau, matanya dipicingkan untuk mengurangi silaunya sinar yg masuk kamar.

Kulihat penisnya sudah tegak seperti tiang bendera. Dia ke kamar mandi, terdengar kloset berbunyi, rupanya dia kencing. gak lama lagi terdengar dia menyikat gigi. Ketika dia kembali ke kamar, aku udah berbaring di ranjang lagi menantikan serangan pagi. Aku melihat penis besarnya masih aja ngaceng dengan kerasnya walaupun dia udah kencing.

Dia duduk disampingku dan mencium bibirku.

“Pagi sayang, kita main lagi yo”, ajaknya.

Kembali dia menciumku, aku menyambut ciumannya dengan napsu juga, bukan cuma bibir yg main, lidah dan ludah pun saling belit dan campur baur dengan liarnya. Sebelah kakiku ngelingker di pinggulnya supaya lebih mepet lagi.

Tangannya mulai main, menjalari pahaku. Tangannya terus menjalar sampai menyentuh celah di pangkal pahaku. memekku digelitik-gelitik. Aku menggelepar merasakan jari-jarinya yg nakal. Bibir kulepas dari bibirnya.

“Hmmhhh…enak, pak.” jeritku.

jari-jarinya tambah nakal, menusuk lubang memekku yg sudah berlendir dan mengocoknya. Dia kembali menciumku. Aku ladenin ciumannya. Dia menindih badanku sambil menciumku. Lidah ketemu lidah, membelit, dan saling menjilat. Aku menggumam gumam kenikmatan, sambil berciuman dia menggoyg-goyg pinggulnya sampai penisnya yg telah ngaceng lagi terasa kena di memekku. Bosen ciuman, bibir dan lidahnya menjalar ke kuping leher bahu, ketiak, terus ke toketku.

Dia gemes banget ngeliat pentilku yg lumayan gede, kecoklatan dan mencuat ke atas itu. Dia menjilat pentilku dengan rakus sampai Aku ngerasa geli. Pentil sebelah kanan digigitnya dengan lembut, lidah nya menggelitik pentilku di sela-sela gigi depannya, sementara toket sebelah kiriku di remas-remas. Tubuhku menggelinjang karena geli dan nikmat. Setelah beberapa saat di permainkan, toketku terasa mengeras dan pentilnya tegak. Lendir memekku mengalir dan terasa basah di perutku.

“Pak, gantian Maya yg ngemut penis bapak ya”, kataku sambil menelentangkan badannya diranjang.

Aku mulai beraksi. Kupegang penisnya dengan kelima jariku. Kukocok-kocok batangnya perlahan. Dia menggumam pelan,

“Enak May, terus..” Lidahku mulai merambat ke kepala penisnya, kujilati cairan yg mulai muncul di lubang kencingnya.

Lalu lidahku menggeser ke batangnya, menjelajahi tiap jenjang penisnya. Tangan kiriku mengelus-mengelus biji pelernya.

“May…” gumamnya pelan.
“enak banget, geli-geli nikmat”. Aku hanya tersenyum ngeliat dia merem-melek kayak gitu.

Terus aku membuka mulutku dan menjejalkan penisnya masuk ke dalam mulutku. penisnya kuisep kenceng-kenceng, lalu dengan mulut kukocok penisnya turun naik turun naik,

“uuuuggggghhhh…sedap..enak…mmmmhhhh…”, erangnya.

Aku lalu merubah posisiku untuk melakukan 69. aku di atasnya dan menyorongkan pantatku ke mukanya. Dia nggak nunggu dua kali, langsung aja dia menjilati memekku yg berlendir dan merekah merah itu. Bibirnya menyedot lubang memekku, menghisap lendirnya. Lidahnya dimasukin ke dalam lubang memekku, menjilati dinding-dinding basah, sementara jari nya mempermainkan i tilku. Aku mengerang-ngerang dengan penisnya di mulutku, menyuarakan kenikmatan. Lendir dari memekku membajir membasahi mukanya.

Aku melepaskan penisnya dari mulutku dan meminta dia menyodok aku dari belakang. Waktu penisnya masuk, aku hanya merintih pelan. penisnya dienjotkan keluar masuk dengan kencang, aku hanya bisa mengejang menahan nikmat.

Tangannya ikut nimbrung merangsang i tilku. Kocokan penis di memekku dan kilikan jarinya di i tilku membuat aku mengerang dan menjerit-jerit kenikmatan. Sudah dua kali memekku berkontraksi karena aku nyampe, tapi dia terus mengocok penisnya keluar masuk sampai aku lemes. Cairan memekku membecek, meleleh turun ke paha. Setelah aku
nyampe yg ke empat kali di ronde ke dua itu, dia akhirnya ngecret lagi.

”Pak, nikmat banget pagi ini, Maya sampe berkali-kali nyampe baru bapak ngecret”, lenguhku lemes.

Dia mencabut penisnya dari memekku dan menyiapkan sarapan untuk berdua. orang. Aku segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri, ketika aku sedang membilas badanku terdengar dia memanggil karena sarapan dah siap.

Selesai mandi aku keluar, makan pagi sudah tersedia di meja, bapak sedang menikmati makan paginya. Segera aku nimbrung. Selesai makan, dia memelukku,

“Sudah waktunya pulang, kapan-kapan kita ulangi lagi ya berbagi kenikmatan ini ya May.
“Terima kasih untuk malam yg indah bersamamu”. Dia menciumku, lama sekali.

Updated: June 12, 2016 — 5:25 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lendir © 2015 Frontier Theme